Paris Semakin Macet, Turis Diminta Naik Angkutan Umum

CNN Indonesia | Rabu, 03/07/2019 17:57 WIB
Paris Semakin Macet, Turis Diminta Naik Angkutan Umum Pemandangan bus wisata di Paris, Prancis. (REUTERS/Charles Platiau)
Jakarta, CNN Indonesia -- Macet, antre, dan ramai, adalah tiga kata yang bisa menggambarkan destinasi wisata populer di dunia seperti Paris.

Demi mengurai kemacetan dan membuat nyaman pejalan kaki serta pengendara kendaraan non-motor, ibukota Prancis itu berencana melarang bus wisata beroperasi di pusat kota.

Sebaliknya pemerintah kota Paris meminta turis untuk memaksimalkan penggunaan angkutan umum.



Pelarangan bus wisata juga sebagai salah satu langkah Paris menekan dampak buruk dari wisata massal atau overtourism.

Wakil Wali Kota Paris, Emmanuel Gregoire, mengatakan kepada surat kabar Le Parisien bahwa situasi di Paris tidak seburuk di Venesia atau Barcelona yang dilanda turis, tetapi warga Paris khawatir dengan ramainya bus wisata.

"Kami tidak lagi menginginkan bus wisata di Paris .... Bus tidak lagi diterima di jantung kota," kata Gregoire, seperti yang dikutip dari Reuters pada Rabu (3/7).

Pemandangan bus bertingkat dengan pemandu wisata dari belahan Eropa sering terlihat setiap harinya. Bus-bus wisata itu kebanyakan membawa turis yang datang untuk berwisata dengan dana terbatas.


Gregoire mengatakan pemerintah kota sedang menunggu undang-undang baru untuk mengurangi lalu lintas bus dan akan menempatkan tempat parkir di luar kota sehingga bus tidak lagi menumpuk di pusat kota.

Undang-undang baru Prancis tentang mobilitas akan memberi otoritas lokal lebih banyak kekuatan untuk mengatur lalu lintas kawasannya dan opsi transportasi baru seperti sepeda sewaan dan skuter listrik.

"Wisatawan dapat menumpang angkutan umum seperti yang dilakukan penduduk lokal atau beralih ke opsi mobilitas yang ramah lingkungan. Kami ingin perubahan," kata Gregoire.

Dia menambahkan bahwa pemandu wisata harus beradaptasi dengan mengembangkan wisata sepeda berpemandu atau wisata berjalan kaki.

Tahun lalu, kedatangan wisatawan di Paris dan wilayah Ile-de-France di sekitarnya tercatat sebanyak 50 juta orang, naik dari 48 juta pada tahun 2017, meskipun aksi protes rompi kuning melanda pada November lalu.

Prancis adalah negara yang paling banyak dikunjungi di dunia, menerima rekor 89,4 juta pengunjung tahun lalu, naik dari 86,9 juta pada tahun 2017.


[Gambas:Video CNN]

(REUTERS/ard)