Semerbak Masa Lalu di Taman Bunga Ralph & Russo

Fandi Stuerz, CNN Indonesia | Kamis, 04/07/2019 11:12 WIB
Semerbak Masa Lalu di Taman Bunga Ralph & Russo Presentasi koleksi Musim Dingin 2019/2020 Ralph & Russo pada gelaran Paris Couture Week. (Foto: CNN Indonesia/Fandi Stuerz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jarum jam berputar balik. Ralph & Russo berkelana mengarungi lorong waktu. Soirée en plein air atau pesta taman bunga pada era 1930-an menjadi tujuan utama.

Satu per satu model keluar beruntun dengan balutan gaun bergaya art-deco. Deretan warna putih dan pastel impresionis melenggang meramaikan pesta.

Cuplikan itu menjadi bagian dari presentasi desainer Tamara Ralph dan Michael Russo untuk koleksi Musim Dingin 2019/2020 pada gelaran Paris Couture Week. Halaman Kedutaan Besar Inggris di Paris, Prancis, disulap layaknya taman bunga dengan kehadiran runway sepanjang 90 meter.


Dalam presentasi kali itu, duet desainer rumah mode asal Inggris itu menghadirkan jajaran gaun dan setelan yang terinspirasi oleh era art-deco. Aplikasi mutiara dan kristal, bunga-bunga yang terbuat dari untaian bulu, dan bulu burung unta yang disulam bertingkat 'melenggak-lenggok' di sepanjang presentasi.

Koleksi diawali oleh deretan gaun berkelir putih. Dimulai dari mini dress bermodel kimono dengan bahan kasmir yang berhiaskan batu opal dan pom-pom dari bulu cerpelai hingga setelan berbahan sutera.

Presentasi koleksi Musim Dingin 2019/2020 Ralph & Russo pada gelaran Paris Couture Week. (Foto: CNN Indonesia/Fandi Stuerz)

Seiring waktu berjalan, kelir pun berganti. Dari serba putih menjadi permainan warna pastel impresionis yang lembut, hingga gaun-gaun malam yang lebih kompleks dan mewah.

Ralph & Russo menyajikan koleksi berdasarkan spektrum couture klasik yang luas. Dia mengadaptasi siluet jam pasir dan patung "Les Bijoux de Perles" karya Erte. Erte merupakan seniman berdarah Rusia-Prancis yang berjaya pada era art-deco.

Ada pula adaptasi Coco Chanel dengan setelan berbahan tweed berpotongan formal, Jacques Fath dengan gaun-gaun cocktail yang berlipit rumit, Yves Saint Laurent dengan setelan smoking, hingga gaya visioner Paco Rabanne dengan untaian rantai dan koin metal yang dianyam menjadi gaun pendek.

Presentasi koleksi Musim Dingin 2019/2020 Ralph & Russo pada gelaran Paris Couture Week. (Foto: CNN Indonesia/Fandi Stuerz)

Modern, sederhana, dan elegan. Tiga kata itu tampaknya tepat jika disematkan untuk dunia mode pada era 1930-an. Era itu menandai terciptanya busana modern.

Tekstur yang kaya, spektrum warna yang luas dan impresif, serta eksekusi yang nyaris sempurna membuat koleksi ini bak membangkitkan kejayaan haute couture di masa lalu.

[Gambas:Video CNN] (asr)