Kota Tua Jakarta Akan Dibagi Sesuai Karakter

CNN Indonesia | Jumat, 05/07/2019 09:35 WIB
Kota Tua Jakarta Akan Dibagi Sesuai Karakter Kota tua Jakarta. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kawasan kota tua Jakarta merupakan salah satu objek wisata yang populer di ibu kota. Hal ini terlihat dari jumlah pengunjung yang memadati kawasan ini setiap akhir pekan, mereka datang dari berbagai kalangan dan usia.

Untuk membagi 'minat pengunjung' agar bisa menikmati kota tua dengan nyaman, Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua berencana mengembangkan destinasi wisata berdasarkan karakteristik kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.

"Nantinya akan kita tampilkan berbagai atraksi kesenian, seperti musik Gambang Kromong, Tanjidor dan kesenian Betawi lainnya," kata Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua, Norviadi Husudo, seperti yang dikutip dari Antara, Jumat (5/7).


Norviadi mengharapkan semakin mendorong kreativitas anak-anak muda untuk mengerjakan, merasakan dan kembali mengalami peninggalan sejarah tempo dulu.

"Semoga dapat menciptakan toleran dan sikap saling menghargai meskipun berbeda ya," ujarnya.

Menurutnya akan ada fungsi untuk mengembangkan destinasi wisata baru di tiga lokasi Sunda Kelapa, Pekojan dan Pecinan.

"Kegiatan itu sudah ada dalam rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019 Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp4 miliar," ujar dia.

Norviadi menjelaskan, dalam kegiatan itu nantinya semua akan mengenakan kostum tematik budaya Pecinan dan Pekojan.

"Masyarakat kedepannya nanti tidak hanya mengenal Taman Fatahillah saja," kata dia.

Kawasan Pecinan itu, meliputi Glodok dan sekitarnya yang sejak dulu banyak bermukim suku Tionghoa.

Lalu, kawasan Pekojan adalah perkampungan di Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, yang sudah dikenal sebagai Kampung Arab, Kampung Khoja.

Sementara, Sunda Kelapa, sejak tahun 1500 an merupakan salah satu pusat perdagangan di Asia yang banyak kapal pinisi hingga kini masih beroperasi di pelabuhan itu.

Selama bulan Juni 2019, UPK Kota Tua Jakarta mencatat kedatangan lebih dari 1,3 juta pengunjung.

"Kami mencatat sedikitnya lebih dari 1,32 juta pengunjung dalam negeri dan sekitar 10 ribu wisatawan mancanegara," ujar Novriadi.

[Gambas:Video CNN] (ANTARA/agr)