FOTO: Romantisme Dentum Kuluwung di Bogor

ANTARA FOTO, CNN Indonesia | Selasa, 09/07/2019 12:27 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Kuluwung berdentum saat dibunyikan, layaknya suasana perang di zaman kolonial Belanda.

Suasana meriah menyambut pesta rakyat Adu Kuluwung di kawasan perbukitan Suka Makmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Teriknya matahari tak membuat semangat warga berkurang untuk menghadiri festival adu kuluwung (meriam karbit) ini. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya.)
Warga membawa obor untuk meledakkan kuluwung. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Kuluwung berdentum saat dibunyikan, layaknya suasana perang di zaman kolonial Belanda. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Pesta rakyat yang terakhir kali dirayakan pada 13 tahun silam tersebut digelar guna mengobati kerinduan masyarakat yang ingin menyaksikan hiburan rakyat itu. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Sebanyak 30 kuluwung dijajarkan di area perbukitan Cikeruh dan dinyalakan bergantian yang suaranya membahana ke segala penjuru desa tersebut. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Dalam tradisi itu, warga Desa Suka Mulya dan Desa Suka Makmur memamerkan suara ledakan dari meriam buatannya. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Suara dan ledakan yang lebih kencang daripada lainnya menjadi kebanggaan khusus bagi desa tersebut. Hal yang ditunjukkan dari aksi tersebut hanya suara dentuman saja, tidak ada material yg dikeluarkan dari kuluwung tersebut, sehingga relatif tidak membahayakan. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Tradisi leluhur yang telah ada sejak tahun 1975 tersebut dihidupkan kembali agar generasi muda mengetahui dan menjaga kebudayaan tersebut yang bernafaskan kearifan lokal. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)