Persiapan Menjadi Lansia yang Kuat dan Berdaya

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 26/09/2019 06:20 WIB
Persiapan Menjadi Lansia yang Kuat dan Berdaya Ilustrasi lansia (Istockphoto/jacoblund)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lansia identik dengan tua, renta, dan berpenyakitan. Meski begitu, bukan berarti tak bisa menjadi lansia yang sehat, kuat, dan berdaya.

Untuk menjadi lansia yang kuat dan berdaya, diperlukan persiapan sejak dini. Usia dini untuk lansia merujuk pada usia muda atau Anda dapat memulainya dari sekarang.

Ahli geriatri, dr Siti Setiati menjelaskan, beberapa langakah dapat dilakukan untuk mencapai masa tua yang sehat, berdaya, bahagia, dan sejahtera.


1. Pencegahan
Penting untuk mencegah beragam penyakit yang datang sejak dini. Mulai lah dengan menjalani gaya hidup sehat seperti makanan yang sehat dan berolahraga.

"Lakukan sedini mungkin," ujar Siti menyarankan dalam peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Kementerian Kesehatan, Jakarta, beberapa waktu lalu. Anda dapat memulainya dengan rajin mengonsumsi makanan bernutrisi tinggi. Perbanyak sayuran dan buah, perkaya asupan kalsium, batasi konsumsi gula, garam, dan lemak, serta berhenti merokok.

Gaya hidup sehat dapat mencegah datangnya penyakit kronis yang tidak menular seperti tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung, stroke, dan sebagainya.

2. Deteksi dini
Deteksi dini penting untuk mengetahui kondisi tubuh. Semakin dini ditemukan bibit penyakit, semakin besar pula peluang kesembuhan.

Siti menyarankan agar setiap orang mulai rutin melakukan cek kesehatan menyeluruh. Pemeriksaan ini dapat dimulai pada usia 40 tahun. Kemudian, lakukan pemeriksaan secara berkala sesuai dengan anjuran dokter.

Deteksi dini penting untuk mengetahui langkah pencegahan, perawatan, dan pengobatan untuk menghadapi masa tua.

3. Menjaga kondisi
Jaga kondisi tetap selalu bugar bagi lansia atau yang akan memasuki usia lanjut. Menjaga kondisi dapat dilakukan dengan menghindari faktor risiko pemicu suatu penyakit.

Misalnya, tidak merokok untuk menghindari penyakit paru-paru serta tidak mengonsumsi gula, garam, dan lemak agar tak terserang diabetes.

Bagi orang yang sudah memiliki penyakit, dapat menjaga kondisi tubuh dengan mengontrol diri.

"Yang masih pra-diabetes bisa dijaga jangan sampai menjadi diabetes, atau yang sudah kronik dijaga jangan sampai kondisi gula darah menjadi tinggi," ucap Siti.

4. Vaksin
Siti menyarankan setiap orang tua untuk melakukan vaksin seperti vaksin flu, herpes, dan hepatitis. Vaksin penting untuk mencegah suatu penyakit atau mengurangi tingkat parahnya infeksi penyakit.

Kerentanan terhadap penyakit akan kian meningkat pada usia tua. Pada usia tersebut, daya tahan tubuh lebih rawan terserang virus dibanding pada usia muda.

"Kami rekomendasikan agar orang tua untuk vaksin flu. Ini mencegah terjadinya pneumonia, salah satu penyakit paling banyak pada lansia," ujar Siti.

5. Hidup positif
Selain gaya hidup sehat, lansia juga dianjurkan untuk hidup dengan pemikiran yang positif. Pemikiran positif dapat memicu otak untuk tetap bekerja dengan baik.

Hidup positif dapat dilakukan dengan rutin melakukan aktivitas, menerima diri apa adanya, hidup harmonis, dan menikmati hal-hal kecil atau bersyukur.

"Jangan bertengkar, saling dukung satu sama lain. Bisa juga terapkan 'ikigai', konsep hidup orang Jepang yang membuat mereka panjang umur," tutur Siti.

[Gambas:Video CNN] (ptj/asr)