Sederet Bahaya dari Tidur dengan Mulut Terbuka

CNN Indonesia | Jumat, 12/07/2019 15:10 WIB
Sederet Bahaya dari Tidur dengan Mulut Terbuka Ilustrasi (Foto: Istockphoto/tommaso79)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pilihan gaya hidup penyanyi Andien lagi-lagi menjadi sorotan. Aksinya menutup mulut dengan plester saat tidur mengundang banyak pertanyaan.

Aksi dilakukan penyanyi berusia 33 tahun itu demi menghindari kebiasaan bernapas dengan mulut saat tidur. Pasalnya, bernapas dengan mulut tak baik untuk kesehatan.

Ahli kesehatan sekaligus penulis buku The 8-Hour Sleep Paradox, Mark Burhenne mengatakan, banyak orang terbiasa membiarkan mulut terbuka saat tidur malam untuk bernapas. Padahal, kebiasaan itu bisa mengarah pada masalah kesehatan tubuh.

"Anda harus bernapas menggunakan hidung untuk memproduksi oksida nitrat sepanjang malam. Itu adalah nutrisi yang digunakan untuk memulihkan kondisi tubuh saat tidur," ujar Burhenne, mengutip Elite Daily.

Ada sekian bahaya yang mengintai tubuh-terutama gigi dan mulut-jika bernapas dilakukan melalui mulut. Ahli kesehatan mulut dan gigi, dr Ratu Mirah Afifah mengatakan, mulut harus selalu berada dalam keadaan lembap dan menyimpan banyak saliva atau air liur. Liur berfungsi untuk membunuh bakteri penyebab gangguan kesehatan gigi dan mulut.

"Bernapas lewat mulut bisa membuat mulut kering. Ini berisiko menimbulkan halitosis [bau mulut], gigi berlubang, serta gangguan kesehatan gusi," ujar Mirah saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (11/7). Gangguan kesehatan mulut, lanjutnya, akan tetap timbul meski seseorang telah getol menggosok gigi hingga bersih.

Tak hanya itu, bernapas melalui mulut juga berdampak buruk bagi anak. Hingga usia 12 tahun, tulang rahang seorang anak akan mengalami perkembangan. Selain membawa risiko penyakit, bernapas melalui mulut juga berisiko merusak struktur tulang rahang.

Bernapas melalui mulut akan membuat tulang rahang anak menyempit dan agak maju tak ubahnya paruh burung. Kebiasaan itu juga bisa membuat gigi anak saling berjejal dan tidak rata.

"Orang tua musti curiga ketika anak bernapas lewat mulut itu ada apa. Ada apa di hidung, di rongga mulut," imbuh Mirah.

Selain anak, orang lanjut usia pun harus membiasakan diri bernapas melalui hidung. Setiap lansia, lanjut Mirah, akan mengalami mulut kering karena faktor usia. Bernapas melalui mulut hanya akan memperparah kondisi tersebut.

Tak hanya memengaruhi kesehatan mulut, kebiasaan membiarkan mulut terbuka saat tidur juga bisa mengarah pada beberapa penyakit kronis. Mengutip Healthline, beberapa penyakit itu di antaranya tekanan darah tinggi, peradangan kronis, sistem kekebalan tubuh yang buruk, hingga rasa nyeri berkelanjutan.

Bernapas melalui mulut hanya diperlukan saat seseorang memiliki masalah kesehatan seperti hidung tersumbat akibat flu, polip, dan lain-lain.

[Gambas:Video CNN]


(els/asr)