7 Trik Mudah Agar Cuti Disetujui Bos
CNN Indonesia
Selasa, 06 Agu 2019 15:54 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Pada titik tertentu selama masa bekerja, setiap karyawan mungkin perlu mengambil cuti. Meski cuti merupakan hak karyawan, pengajuannya tetap harus dibarengi alasan yang jelas agar permintaan cuti disetujui atasan.
Alasan permintaan cuti bermacam-macam, seperti cuti menikah, cuti bersalin atau melahirkan, cuti sakit, berkabung karena kehilangan anggota keluarga, bahkan mengejar hobi atau keinginan untuk bepergian yang masih tertunda.
Sebelum mengajukan cuti --terlepas dari apa pun alasannya-- pastikan untuk mengetahui dan paham betul kebijakan perusahaan. Anda juga harus memiliki penjelasan yang jelas tentang alasan mengambil izin rehat. Supaya setidaknya meminimalisasi konflik sekaligus tetap menjaga reputasi Anda di tempat kerja.
Berikut 8 trik agar permintaan cuti disetujui, seperti dikutip dari beberapa sumber:
1. Ketahui hak-hak Anda sebelum berdiskusi tentang cuti dengan atasan
Pahami aturan cuti yang ada di perusahaan supaya Anda dapat menyesuaikannya yang ingin diambil dengan regulasi yang berlaku.
Misalnya, merencanakan untuk mengambil hak cuti tahunan atau karena alasan penting lainnya. Selain itu ada baiknya kamu membuat pertimbangan agar sejalan dengan prosedur perusahaan.
2. Memberi tahu atasan lebih awal
Dalam mengajukan cuti, sebaiknya tenggat waktu yang diajukan tidak dadakan.
Berikan pengajuan lebih awal supaya atasan bisa mempersiapkan orang lain untuk mengisi (in charge) posisi dan tanggung jawab selama Anda tinggalkan. Dengan mengajukan izin yang tidak tiba-tiba dan waktu yang mepet, besar kemungkinan permintaan Anda akan diterima.
3. Utarakan pada bos
Untuk mengambil cuti, sebaiknya langsung katakan saja kepada atasan. Tak perlu memberitahu rekan kerja sebelum mengajukan keinginan izin kepada atasan. Jangan biarkan kabar ini terdengar dari atasan melalui karyawan lain.
4. Jangan memaksa agar permintaan cuti disetujui
Jangan pernah sedikit pun memaksakan kehendak untuk mengambil cuti, serahkan keputusan kepada atasan. Apakah permohonan Anda dikabulkan atau tidak, biarkan atasan yang menentukan.
5. Jadwalkan pertemuan
Jadwalkan pertemuan tatap muka langsung dengan atasan Anda, pilihlah waktu yang tepat saat ingin mengadakan pertemuan. Hindari menjadwalkan bertemu di saat atasan Anda sedang banyak pekerjaan atau stres.
Anda juga harus mempertimbangkan waktu terbaik untuk mendiskusikan hak Anda sebagai karyawan supaya besar kemungkinan pengajuan cuti dikabulkan.
6. Cuti paruh waktu
Jika di perusahaan memungkinkan untuk melakukan cuti paruh waktu, Anda beruntung. Karena dengan mengambilnya, Anda bisa melakukan pekerjaan dan cuti secara bersamaan.
Rehat paruh waktu pada dasarnya mengurangi jam kerja Anda supaya bisa melakukan aktivitas lain di samping bekerja di jam kerja. Biasanya cuti seperti ini paling mudah dikabulkan oleh atasan.
7. Buat alasan yang jujur
Jika kamu cuti dengan alasan sakit, perusahaan tidak akan memaksa karyawannya untuk terus bekerja. Namun mereka akan menindaklanjuti alasan karyawannya apabila ditemukan ketidakjujuran, seperti meminta surat keterangan sakit dari dokter.
Oleh sebab itu, bijaksanalah dalam menentukan alasan mengambil izin dan jujur pada situasi saat ini dan meminta porsi rehat yang sesuai. Dengan mengikuti 7 trik di atas, kemungkinan besar pengajuan cuti pasti dikabulkan. Semoga berhasil!
(otn/fef)
Alasan permintaan cuti bermacam-macam, seperti cuti menikah, cuti bersalin atau melahirkan, cuti sakit, berkabung karena kehilangan anggota keluarga, bahkan mengejar hobi atau keinginan untuk bepergian yang masih tertunda.
Sebelum mengajukan cuti --terlepas dari apa pun alasannya-- pastikan untuk mengetahui dan paham betul kebijakan perusahaan. Anda juga harus memiliki penjelasan yang jelas tentang alasan mengambil izin rehat. Supaya setidaknya meminimalisasi konflik sekaligus tetap menjaga reputasi Anda di tempat kerja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Ketahui hak-hak Anda sebelum berdiskusi tentang cuti dengan atasan
Cari tahulah hak-hak Anda sebagai karyawan, termasuk di antaranya hak dan prosedut untuk mengajukan cuti. (Bench Accounting via StockSnap) |
Pahami aturan cuti yang ada di perusahaan supaya Anda dapat menyesuaikannya yang ingin diambil dengan regulasi yang berlaku.
Misalnya, merencanakan untuk mengambil hak cuti tahunan atau karena alasan penting lainnya. Selain itu ada baiknya kamu membuat pertimbangan agar sejalan dengan prosedur perusahaan.
2. Memberi tahu atasan lebih awal
Beri tahu atasan dari jauh-jauh hari sebelum mengambil cuti, terutama jika Anda ingin izin dalam jangka waktu yang lama. (webandi/Pixabay) |
Dalam mengajukan cuti, sebaiknya tenggat waktu yang diajukan tidak dadakan.
Berikan pengajuan lebih awal supaya atasan bisa mempersiapkan orang lain untuk mengisi (in charge) posisi dan tanggung jawab selama Anda tinggalkan. Dengan mengajukan izin yang tidak tiba-tiba dan waktu yang mepet, besar kemungkinan permintaan Anda akan diterima.
3. Utarakan pada bos
Untuk mengambil cuti, sebaiknya langsung katakan saja kepada atasan. Tak perlu memberitahu rekan kerja sebelum mengajukan keinginan izin kepada atasan. Jangan biarkan kabar ini terdengar dari atasan melalui karyawan lain.
4. Jangan memaksa agar permintaan cuti disetujui
Meski sudah dibayang-bayangi liburan, sabarlah menanti keputusan atasan. Jangan memaksa dan ambil cuti jauh-jauh hari agar dikabulkan. (Foto: kpgolfpro/Pixabay) |
Jangan pernah sedikit pun memaksakan kehendak untuk mengambil cuti, serahkan keputusan kepada atasan. Apakah permohonan Anda dikabulkan atau tidak, biarkan atasan yang menentukan.
5. Jadwalkan pertemuan
Jadwalkan pertemuan tatap muka langsung dengan atasan Anda, pilihlah waktu yang tepat saat ingin mengadakan pertemuan. Hindari menjadwalkan bertemu di saat atasan Anda sedang banyak pekerjaan atau stres.
Anda juga harus mempertimbangkan waktu terbaik untuk mendiskusikan hak Anda sebagai karyawan supaya besar kemungkinan pengajuan cuti dikabulkan.
6. Cuti paruh waktu
Jika di perusahaan memungkinkan untuk melakukan cuti paruh waktu, Anda beruntung. Karena dengan mengambilnya, Anda bisa melakukan pekerjaan dan cuti secara bersamaan.
Rehat paruh waktu pada dasarnya mengurangi jam kerja Anda supaya bisa melakukan aktivitas lain di samping bekerja di jam kerja. Biasanya cuti seperti ini paling mudah dikabulkan oleh atasan.
7. Buat alasan yang jujur
Jika kamu cuti dengan alasan sakit, perusahaan tidak akan memaksa karyawannya untuk terus bekerja. Namun mereka akan menindaklanjuti alasan karyawannya apabila ditemukan ketidakjujuran, seperti meminta surat keterangan sakit dari dokter.
Oleh sebab itu, bijaksanalah dalam menentukan alasan mengambil izin dan jujur pada situasi saat ini dan meminta porsi rehat yang sesuai. Dengan mengikuti 7 trik di atas, kemungkinan besar pengajuan cuti pasti dikabulkan. Semoga berhasil!
Cari tahulah hak-hak Anda sebagai karyawan, termasuk di antaranya hak dan prosedut untuk mengajukan cuti. (Bench Accounting via StockSnap)
Beri tahu atasan dari jauh-jauh hari sebelum mengambil cuti, terutama jika Anda ingin izin dalam jangka waktu yang lama. (webandi/Pixabay)
Meski sudah dibayang-bayangi liburan, sabarlah menanti keputusan atasan. Jangan memaksa dan ambil cuti jauh-jauh hari agar dikabulkan. (Foto: kpgolfpro/Pixabay)