Belasan Danau di Indonesia Menunggu Didatangi Turis

CNN Indonesia | Rabu, 17/07/2019 20:15 WIB
Belasan Danau di Indonesia Menunggu Didatangi Turis Pemandangan di Pantai Batuhoda, Danau Toba. (Dok. Kementerian Pariwisata)
Jakarta, CNN Indonesia -- Atraksi pariwisata alam di Indonesia bisa dikatakan cukup lengkap, mulai dari daratan hingga perairan. Namun dari sekian banyak atraksi wisata yang ada belum semuanya tergarap dengan baik, salah satunya kawasan danau.

Padahal dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, ketahanan air, termasuk eksistensi danau, adalah salah satu prioritas.


Setidaknya Indonesia memiliki 840 danau dengan tipologi yang sangat bervariasi. Sebagian besar danau di Indonesia merupakan danau alami.


Ada 15 danau yang menjadi prioritas, yakni Danau Rawapening (Jawa Tengah), Rawa Danau (Banten), Danau Batur (Bali), Danau Toba (Sumatera Utara), Danau Kerinci (Jambi), Danau Maninjau dan Danau Singkarak (Sumatera Barat), Danau Poso (Sulawesi Tengah), Danau Cascade Mahakam-Semayang, Danau Melintang dan Danau Tondano (Sulawesi Utara), Danau Tempe dan Danau Matano (Sulawesi Selatan), Danau Limboto (Gorontalo), Danau Sentarum (Kalimantan Barat), Danau Jempang (Kalimantan Timur), dan Danau Sentani (Papua).

Kepala Bidang Sungai Danau Embung Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Naswardi, mengatakan persoalan gulma adalah kendala yang umum ditemui pada danau-danau besar di Indonesia.


Naswardi menjelaskan gulma menurunkan daya dukung danau kerena menutupi lahan air yang basah. Kondisi ini menyebabkan luas danau menciut.

Ia mencontohkan luas danau Limboto menyusut lebih dari 2.000 hektare karena persoalan ini.

"Selain gulma, masalah lain yang dihadapi danau-danau di Indonesia cukup beragam mulai dari keramba jaring apung hingga kandungan merkuri," ujar Naswardi saat memaparkan materi dalam acara 'Mengembangkan Potensi 15 Danau Prioritas Indonesia sebagai Destinasi Pariwisata' di Teraskita Hotel, Jakarta, Rabu (17/7).

"Keramba jaring apung menjadi masalah serius di Danau Toba, sementara Merkuri yang berasal dari penambangan emas menjadi persoalan di Danau Kerinci."


Untuk mengembalikan fungsi ekologis danau seperti semula, pihaknya telah melakukan berbagai upaya, mulai melakukan pengerukan hingga pengangkatan gulma.

Selain pendekatan struktural, pendekatan non-struktural dengan melibatkan masyakarat juga dilakukan agar fungsi ekologis danau kembali seperti semula.

Sementara itu Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Dadang Rizki Ratman, menuturkan tugas Kemenpar dalam mempopulerkan wisata adalah mempromosikannya agar wisatawan berkunjung ke tempat tersebut.

"Dengan datangnya wisatawan, diharapkan mampu membawa dampak perekonomian bagi warga sekitar," ujar Dadang.

[Gambas:Video CNN]

(agr/ard)