Padahal dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, ketahanan air, termasuk eksistensi danau, adalah salah satu prioritas.
Lihat juga:FOTO: Dua Versi Wisata Xinjiang |
Setidaknya Indonesia memiliki 840 danau dengan tipologi yang sangat bervariasi. Sebagian besar danau di Indonesia merupakan danau alami.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Bidang Sungai Danau Embung Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Naswardi, mengatakan persoalan gulma adalah kendala yang umum ditemui pada danau-danau besar di Indonesia.
Naswardi menjelaskan gulma menurunkan daya dukung danau kerena menutupi lahan air yang basah. Kondisi ini menyebabkan luas danau menciut.
Ia mencontohkan luas danau Limboto menyusut lebih dari 2.000 hektare karena persoalan ini.
"Selain gulma, masalah lain yang dihadapi danau-danau di Indonesia cukup beragam mulai dari keramba jaring apung hingga kandungan merkuri," ujar Naswardi saat memaparkan materi dalam acara 'Mengembangkan Potensi 15 Danau Prioritas Indonesia sebagai Destinasi Pariwisata' di Teraskita Hotel, Jakarta, Rabu (17/7).
"Keramba jaring apung menjadi masalah serius di Danau Toba, sementara Merkuri yang berasal dari penambangan emas menjadi persoalan di Danau Kerinci."
Lihat juga:Menjelajah Luar Angkasa dari Pinggir Cikini |
Untuk mengembalikan fungsi ekologis danau seperti semula, pihaknya telah melakukan berbagai upaya, mulai melakukan pengerukan hingga pengangkatan gulma.
Selain pendekatan struktural, pendekatan non-struktural dengan melibatkan masyakarat juga dilakukan agar fungsi ekologis danau kembali seperti semula.
Sementara itu Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Dadang Rizki Ratman, menuturkan tugas Kemenpar dalam mempopulerkan wisata adalah mempromosikannya agar wisatawan berkunjung ke tempat tersebut.
"Dengan datangnya wisatawan, diharapkan mampu membawa dampak perekonomian bagi warga sekitar," ujar Dadang.
[Gambas:Video CNN]
(agr/ard)