FOTO: Dua Versi Wisata Xinjiang

AFP, CNN Indonesia | Rabu, 17/07/2019 15:28 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Xinjiang sedang mengalami konflik antaretnis, namun pemerintah China ingin turis tutup mata.

Turis berfoto di Kashgar, Xinjiang, China. Dari bukit pasir yang luas di Gurun Taklamakan sampai ke puncak-puncak yang tertutup salju di Tianshan, pemerintah China menjual kawasan Xinjiang yang sedang bermasalah sebagai destinasi wisata. (GREG BAKER/AFP)
Pemandangan kawasan Kashgar di Xinjiang, China. (GREG BAKER/AFP)
Pria-pria Uighur di Kashgar. Sementara turis diperlihatkan sisi Xinjiang yang adat, seni budaya, dan tradisinya telah dikurasi, sekitar 1 juta warga Uighur dan minoritas Muslim menghuni kamp yang dikontrol ketat pemerintah China. (GREG BAKER/AFP)
Kashgar ialah kawasan wisata yang masuk daftar Situs Warisan Dunia UNESCO. (GREG BAKER/AFP)
Xinjiang, wilayah yang penuh dengan gejolak kekerasan antaretnis, adalah salah satu daerah dengan pertumbuhan wisata tercepat di Tiongkok. (GREG BAKER/AFP)
Kelompok turis asal  Malaysia berwisata di Kashgar, Xinjiang, China. (GREG BAKER/AFP)
Pada tahun 2018 jumlah turis ke Kashgar mengalami peningkatan kunjungan 40 persen dari tahun sebelumnya - terutama dari wisatawan domestik - sebesar 25 persen. (GREG BAKER/AFP)
Pria-pria Uighur menari setelah salat Idulfiri di Masjid Id Kah, Kashgar. Pada tahun 2020, Xinjiang memiliki target 300 juta kunjungan wisatawan dan memperoleh pendapatan US$ 87 miliar. (GREG BAKER/AFP)
Pasar malam di Kashgar. Meskipun awalnya para wisatawan tidak terbiasa dengan pemandangan keamanan tingkat tinggi pada mereka beradaptasi setelah beberapa hari. (GREG BAKER/AFP)