Mengulik Khasiat Daun Stevia si Pengganti Gula

CNN Indonesia | Jumat, 19/07/2019 17:42 WIB
Mengulik Khasiat Daun Stevia si Pengganti Gula Ilustrasi (Foto: Hebi65/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Konsumsi gula berlebih bisa mengundang datangnya sejumlah penyakit metabolik seperti diabetes. Daun stevia dapat menjadi pengganti gula untuk menangkal datangnya penyakit.

Stevia rebaudiana (stevia) ditemukan oleh ahli botani asal Italia, Moises Santiago Bertoni pada akhir 1800-an. Dikenal sebagai 'ramuan manis', tanaman ini memiliki banyak kegunaan. Daun stevia dipercaya dapat mengobati luka bakar, kolik, masalah perut, dan sebagai kontrasepsi.

Mengutip Live Science, tingkat konsumsi gula pada orang Amerika Serikat terus bertambah sejak 1970 hingga 2000. Hal ini membuat mereka beralih mengganti gula ke ekstrak pemanis lain.


Food and Drug Administration (FDA) telah menetapkan bahwa ekstrak daun stevia dapat menjadi pengganti gula dan aman digunakan untuk makanan.

Stevia tak mengandung kalori dan memiliki rasa 200 kali lebih manis dari gula biasa. Beberapa penelitian menunjukkan manfaat stevia untuk kesehatan.

Studi yang dilakukan pada 2010 menemukan, stevia mampu menurunkan kadar insulin dan glukosa yang sangat bermanfaat bagi penderita diabetes.

Mengutip Healthline, stevia juga mampu menjaga kadar gula dalam darah. Bubuk daun stevia dapat membantu mengontrol kolesterol. Studi tahun 2009 menemukan, penggunaan 400 mililiter ekstrak stevia setiap hari dalam satu bulan mampu menurunkan kolesterol dan trigliserida tanpa efek samping apa pun.

Kendati dipercaya bermanfaat, namun FDA mengkhawatirkan adanya efek samping ekstrak stevia. Ekstrak stevia yang dikonsumsi mentah dapat berbahaya untuk ginjal, sistem reproduksi, dan sistem kardiovaskular.

Kandungan dextrose dan maltodextrin dalam produk stevia harus diperlakukan dengan hati-hati. Dextrose adalah glukosa dan maltodextrin adalah pati. Bahan-bahan ini menambahkan sedikit karbohidrat dan kalori.

Stevia memiliki rasa ringan dan sedikit pahit. Pada beberapa orang, produk stevia yang dibuat dengan alkohol dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti kembung dan diare.

Konsumsi stevia harus tetap berada dalam jumlah wajar. Stevia tak dianjurkan dikonsumsi oleh ibu hamil.

Ada beberapa pilihan yang bisa Anda coba untuk menggunakan stevia sebagai pemanis. Berikut di antaranya.

1. Daun segar untuk diminum
Daun segar stevia bisa langsung digunakan untuk teh. Stevia memberikan kesan segar pada teh herbal.

Penggunaannya mudah. Celupkan daun ini pada secangkir air mendidih.

2. Menjadi pemanis masakan
Daun stevia kering umumnya digunakan untuk membuat pemanis bubuk. Caranya adalah dengan membungkus dan menggantungnya secara terbalik di lokasi yang hangat dan kering.

Tunggu hingga daun benar-benar kering. Lalu, hancurkan daun kering hingga bubuk.

Bubuk stevia dapat digunakan sebagai pemanis buatan untuk olahan masakan. Dua sendok makan bubuk stevia setara dengan satu gelas gula.

3. Menjadi sirup buatan
Daun stevia kering dapat diolah menjadi sirup. Tambahkan bubuk daun stevia ke dalam secangkir air hangat.

Setelah tercampur, diamkan selama 24 jam. Saring campuran, sirup stevia bisa dinikmati.

Saring campuran tersebut. Jika ingin sirup yang lebih kental, masak kedua campuran yang sudah disaring itu dalam api kecil. Sirup ini akan bertahan selama beberapa tahun jika disimpan dalam lemari es.

[Gambas:Video CNN] (nad/asr)