Hari Anak Nasional 2019

4 Masalah Penting yang Dihadapi Anak-anak Indonesia

nad & tim, CNN Indonesia | Selasa, 23/07/2019 18:59 WIB
4 Masalah Penting yang Dihadapi Anak-anak Indonesia ilustrasi anak indonesia (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Maraknya kasus pelanggaran anak meresahkan berbagai pihak. Terutama Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Berbagai intervensi dan upaya pencegahan telah dilakukan. Namun, pelaku tindak kejahatan seakan tidak peduli.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto menjelaskan ada 4 masalah penting yang perlu mendapat perhatian ekstra. Di antaranya, kejahatan seksual terhadap anak, kejahatan berbasis siber, pengabaian pemenuhan hak dasar anak akibat perceraian dan konflik orang tua, serta radikalisme. 

Hidup di era digital, membuat anak rentan terkena kejahatan. Sosial media dinilai menjadi 'jembatan' yang mempertemukan anak dengan pelaku tindak kejahatan. 


"Pintu masuk kasus-kasus kekerasan seksual polanya bergeser dari pola lama ke pola baru sebagai dampak dinamisme era digital. Berawal kenal melalui media sosial, kemudian bertemu dan dalam sejumlah kasus ia rentan jadi korban baik seksual, trafiking maupun kasus penipuan," jelas Susanto dalam pernyataan pers yang diterima CNNndonesia.com. 


Digital juga mampu mencederai anak menjadi korban kejahatan siber. Sejumlah kasus seperti penipuan, jual beli barang terlarang, porstitusi online, kerap melibatkan anak sebagai sasaran. Menurut Susanto, ini berakibat pada masa depan anak. 

Tak hanya itu, angka perceraian yang tinggi di Indonesia juga berpengaruh pada anak. Bahkan memungkinkan anak menjadi korban. Baik masalah kelangsungan pendidikan, pemenuhan kesehatan, hak bermain anak serta pengembangan bakat terkadang terhambat akibat adanya beban psikologi pada anak. 

Disisi lain, fakta terkait banyaknya media bermain anak yang tidak aman untuk tumbuh kembang anak juga menjadi hal yang perlu diperhatikan. Saat ini banyak sekali permainan bermuatan konten sadisme, kekerasan, bermuatan judi, pornografi, bermuatan sara bahkan kebencian. 

Untuk itu perlu adanya dampingan dari orang tua untuk selalu memantau tumbuh kembang anak. Susanto menegaskan, baik orang tua, keluarga, sekolah, maupun lingkungan sosial, diharapkan mampu menunjukkan diri sebagai pelindung utama bagi anak.

(chs)