Cara Menyimpan dan Mengolah Kopi yang Benar

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 17/09/2019 19:42 WIB
Untuk mendapatkan cita rasa yang maksimal, penting untuk mengetahui cara menyimpan dan mengolah kopi yang benar, baik biji kopi maupun kopi bubuk. Mulai dari berbentuk biji, kopi harus disimpan dan diolah dengan benar untuk mendapatkan rasa maksimal. (Foto: eliasfalla/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bicara tentang kopi, bukan saja soal menikmati seruputan dan tegukan sesaat. Untuk mendapatkan rasa dan aroma kopi yang nikmat tak hanya berasal dari jenis kopinya saja, melainkan cara menyimpan dan proses mengolah kopi yang tepat.

Sebuah penelitian dari Kenya mengungkapkan biji kopi dapat bertahan selama dua tahun jika disimpan di dalam suhu 15 derajat celsius dengan kadar air 14 persen dalam kantong kedap udara. Beberapa orang mengklaim kandungan nitrogen juga dapat mengawetkan kopi.

Namun bila dibiarkan beberapa minggu, rasa kopi seperti baru dipanggang tidak akan lagi tercium kuat alias sudah hilang kesegarannya.



Kopi yang telah dibuka dan terpapar udara hanya akan bertahan selama dua minggu. Penyimpanan kopi yang tepat adalah disimpan pada suhu normal, kedap udara, dan tetap kering. Hal ini dipercaya untuk menjaga aroma dan kualitas biji kopi.

Biji kopi akan rusak bila terkena paparan sinar matahari langsung dan disimpan di tempat lembap. Para produsen kopi acap kali merugi karena tidak memahami daya tahan komoditasnya. Terutama untuk jenis espresso yang hanya akan kuat bertahan selama empat hari usai dipanggang, sehingga dianjurkan untuk segera dikonsumsi.

Selain kantong plastik dan kertas, karung goni biasa digunakan untuk menyimpan biji kopi agar bisa mengalirkan udara dan terhindar dari lembap. Goni lebih menjadi pilihan karena kopi bisa lebih awet dibandingkan disimpan dalam plastik dan kertas.

Hal yang Membuat Kopi Cepat Basi

Tips Menyimpan dan Mengolah Kopi yang Benar [EBG]Ternyata, kopi--baik masih dalam wujud biji maupun sudah digiling--akan cepat basi bila tak disimpan dengan benar. Kopi yang sudah tidak fresh akan berkurang kenikmatannya. (Foto: Padurariu Alexandru)

Pakar kualitas kopi di Coffee Enterprises, sebuah perusahaan konsultasi dan analisis kopi, Spencer Turer, mengatakan kopi bubuk lebih cepat kedaluwarsa dibandingkan dengan biji kopi utuh.

"Biji kopi utuh jika dalam oksigen akan mulai memberikan rasa basi dalam waktu sekitar 10-14 hari, sementara kopi bubuk akan mulai menghadirkan karakter basi dalam waktu sekitar 24 jam," tuturnya.

Proses ini dikarenakan senyawa kimia membuat biji kopi tidak dapat mempertahankan kesegaran dalam jangka waktu lama lama. Ada dua reaksi kimia yang biasa disebut oksidasi dan hilangnya karbon dioksida. Oksidasi adalah interaksi antara oksigen dengan unsur lainnya yang berbeda, bisa benda mati ataupun organisme.

Serupa dengan reaksi kimia ketika apel sudah dikupas kulitnya berubah warna menjadi cokelat atau logam yang menjadi karatan. Hal itu juga berlaku pada biji kopi yang sudah dikeringkan lalu dipanggang. Setelahnya biji kopi akan mudah membusuk. Semua dikarenakan terjadinya proses oksidasi.

Sesuatu yang basi akan mengeluarkan bau yang tidak sedap, begitupun dengan kopi. Cara untuk mengetahui apakah suatu kopi sudah basi yaitu dengan menggunakan indera penciuman.

Semakin tajam aroma kopi, akan semakin baik rasanya. Sedangkan jika aroma sudah basi atau tidak fresh maka rasanya tidak kuat, tidak terasa manis, serta kurang asam. Pemilik Seattle Coffee Gear Gail Williams mengatakan kopi menjadi basi atau terasa buruk ketika sudah terasa tidak enak lagi.
Cara Menyimpan dan Mengolah Kopi yang Benar [EBG]Biji kopi utuh lebih tahan lama dan tak cepat kedaluwarsa ketimbang kopi bubuk. (Anadolu Agency/Junaidi Hanafiah)

Lama Ketahanan Kopi
Biji kopi utuh lebih lama bertahan dibandingkan dengan kopi yang sudah digiling atau kopi bubuk. Biji kopi utuh idealnya nikmat dikonsumsi dalam dua hingga empat minggu.

Namun dengan penyimpanan yang tepat, biji kopi dapat bertahan selama satu sampai tiga bulan. Sementara kopi bubuk idealnya hanya bertahan dalam kurun waktu dua jam setelah penggilingan. Namun, jika Anda mengetahui cara penyimpanan kopi yang tepat maka bisa bertahan sekitar dua hingga empat minggu, lho.



Metode Pengolahan Kopi

Tips Menyimpan dan Mengolah Kopi yang Benar [EBG]Petani menjemur kopi agar cepat kering dan mencegah jamur. (Foto: Anadolu Agency/Junaidi Hanafiah)

Tahukah kamu bahwa secangkir kopi yang disajikan dihasilkan harus melewati proses yang panjang. Mulai dari budidaya, pengolahan pascapanen, hingga tahap penyajian akhir.

Salah satu tahap yang paling menentukan kualitas rasa adalah pengolahannya. 
Terdapat tiga metode dalam mengolah biji kopi, yakni proses alami, kopi basah atau pencucian, dan honey process.

Selain ketiga cara tersebut, ada cara alternatif yang bisa dilakukan seperti giling basah (semi-washed), yang hanya dilakukan di beberapa tempat saja di Indonesia.

Berikut cara memproses kopi yang biasa dilakukan.

1. Proses alami (natural process)
Metode olahan alami atau yang dikenal sebagai dry process ini pertama kali ditemukan di Ethiopia. Metode ini lebih cocok dipraktikkan di daerah yang minim akses air. Setelah dipanen, buah kopi ditebarkan dan dijemur di bawah sinar matahari tanpa perlu dikupas.

Untuk mengolah dengan metode ini membutuhkan cuaca dan iklim yang tepat untuk memastikan buah kopi terfermentasi tepat waktu dan menghindari busuk atau berjamur. Kopi hasil natural process cenderung memiliki keasaman yang rendah dan bertekstur (body) tebal.
Cara Menyimpan dan Mengolah Kopi yang Benar [EBG]Penggilingan adalah salah satu proses yang dilakukan saat mengolah kopi. (CNN Indonesia/Safir Makki)

2. Proses kopi basah (wet process)
Metode wet process dilakukan untuk menghilangkan seluruh kulit daging yang melekat pada biji kopi. Proses seleksi yakni dengan cara perendaman dilakukan terlebih dahulu untuk mendapatkan buah yang berkualitas.

Setelah itu buah kopi dikuliti hingga menyisakan biji kopi. Selanjutnya biji kopi direndam selama 24-36 jam, lalu biji kopi dijemur sampai kering. Kopi yang diolah dengan proses basah cenderung light, terasa lebih fruity (memiliki sensasi rasa buah), dan sedikit asam.

3. Honey process (hybrid)
Cara ini merupakan gabungan dari kedua cara di atas, yaitu antara olahan basah dengan olahan kering. Metode penggabungan dua cara ini dilakukan untuk menghasilkan kopi berkualitas tinggi dengan sedikit air bila dibandingkan dengan olahan basah.

Disebut sebagai honey process karena membiarkan daging buah melekat pada biji kopinya. Daging buah yang tertinggal itu akan lengket berlendir seperti madu. Secara rasa, seperti ada sensasi mencampurkan madu dan gula pada kopi. Pengolahan ini cenderung membuat kopi terasa lebih manis.

Namun, apapun cara pengolahannya, rasa kopi tidak akan enak jika Anda tidak mengetahui cara menyimpan kopi dengan baik, baik dalam bentuk biji kopi atau bubuk kopi.

(dei/fef)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK