Bikin Kopi di Pinggir Jalan, Backpacker Diusir dari Venesia

CNN Indonesia | Kamis, 25/07/2019 20:11 WIB
Bikin Kopi di Pinggir Jalan, Backpacker Diusir dari Venesia Jembatan Rialto di Venesia, Italia. (REUTERS/Manuel Silvestri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua turis asal Jerman diusir dari Venesia, Italia, karena ketahuan duduk-duduk di Jembatan Rialto dan menggunakan kompor portabel mereka untuk memasak minuman hangat.

Seperti yang dikutip dari Lonely Planet pada Kamis (25/7), kedua backpacker yang bermukim di Berlin itu langsung diciduk polisi saat hendak menyesap kopi buatannya.

Bukan cuma diusir dari Venesia, kedua turis itu juga wajib membayar denda sebesar 950 euro (sekitar Rp14 juta) karena dianggap melanggar ketertiban kota.



Pihak kepolisan di Venesia mengatakan kalau kedua turis tersebut menggenapkan jumlah wisatawan yang telah diusir dari kota karena kasus yang sama.

Hingga saat ini tercatat sudah ada 40 turis yang terpaksa menyudahi liburannya karena melanggar aturan yang disebut Daspos.

"Kota Venesia harus dihormati. Orang yang merasa mereka bisa datang untuk melanggar aturan harus memahami hal tersebut. Terima kasih kepada pihak kepolisan yang akan menertibkan mereka. Kami juga akan bekerjasama dengan pihak kedutaan besar jika mereka terbukti melanggar aturan di sini," kata Wali Kota Venesia Luigi Brugnaro dalam konferensi pers terkait sosialisasi Daspos pada Mei silam.

Daspos termasuk membuang sampah sembarangan, berenang di kanal, berkeliling tanpa busana atau hanya dengan baju renang, duduk atau tiduran di depan toko atau objek wisata bersejarah, piknik di ruang publik, terlalu lama berada di atas jembatan, dan naik sepeda keliling kota.

Daspos disosialisasikan dengan kampanye bertajuk #EnjoyRespectVenezia.


Bagi yang gemar menyesap alkohol, pemerintah kota Venesia juga melarang orang untuk menenggaknya di jalanan antara pukul 20.00 sampai 08.00.

Acara yang berisi kemeriahan hanya boleh digelar di ruang publik pada siang hari atau akhir pekan.

Jika melanggar, denda termurah yang ditetapkan sebesar 25 euro (sekitar Rp387 ribu) dan yang termahal sebesar 500 euro (sekitar Rp7,7 juta).

Bagi yang telah diusir keluar Venesia, jangan harap bisa berkunjung kembali.

Saat ini Venesia memang sedang berusaha menanggulangi serbuan turis (overtourism) yang semakin mengganggu kenyamanan kotanya.

Setiap tahunnya kota kecil ini dikunjungi 30 juta turis. Penduduk lokalnya hanya tersisa 50 ribu jiwa, karena biaya hidup di kota ini semakin mahal setelah industri pariwisatanya meroket.

Karena overtourism, Venesia masuk dalam daftar terancam punah UNESCO setelah sebelumnya masuk dalam daftar Situs Warisan Budaya Dunia.


[Gambas:Video CNN]

(ard/ard)