Yang Perlu Diperhatikan saat ke Festival Lembah Baliem

CNN Indonesia | Rabu, 24/07/2019 19:22 WIB
Yang Perlu Diperhatikan saat ke Festival Lembah Baliem Turis berfoto dengan anggota Suku Dani di Wamena, Papua. (CNN Indonesia/Ardita Mustafa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Suku Dani siap menyambut turis yang datang Festival Budaya Lembah Baliem pada 7-10 Austus 2019.

Festival tahunan yang ke-30 ini bakal digelar di Distrik Welesi, Kabupaten Jayawijaya, Pegunungan Tengah, Papua.

Tema besar mempromosikan seni dan budaya Suku Dani (Hubula) sebagai aset warisan budaya nusantara dan dunia menjadi benang merah pada penyelenggaraan tahun ini.



Suku Dani tak ada bedanya dengan penduduk negara Indonesia lainnya. Mereka ramah dan terbuka terhadap pendatang.

Meski demikian, ada beberapa adab patut diperhatikan turis saat datang ke Festival Budaya Lembah Baliem, sehingga suasana bersosialisasi antara pendatang dan anggota suku adat terasa lebih harmonis dan beretika:

1. Sopan santun

Sebagai pendatang tentu saja kita harus sopan dan santun kepada warga lokal yang ditemui, terutama jika sang warga seorang pemimpin suku.

Banyak bertanya mengenai ini itu boleh saja, namun tetap dengan nada dan kalimat yang kalem, tak menunjukkan kita orang kota dan mereka orang desa.

Hindari topik sensitif seperti SARA yang bakal membuat obrolan melantur.

Situs resmi panitia Festival Budaya Lembah Baliem juga menyarankan untuk menghindari orang mabuk selama di sana.

2. Bawa camilan

Suku Dani sangat senang jika diberi buah tangan oleh pendatang. Mereka biasanya tak malu meminta kepada pendatang.

Permintaan tersebut bukan bermaksud meminta-minta atau menagih, namun merupakan wujud kebersamaan dan saling menghormati antar sesama.

Jika tidak merokok bisa juga memberi mereka camilan ringan seperti permen atau kue. 

Kalau ingin lebih murah hati bisa membawakan bocah-bocah di sana buku cerita anak.

3. Pelindung dingin dan hujan

Suhu dingin di Lembah Baliem tak bisa diremehkan. Sebaiknya bawa jaket tebal agar tak kedinginan di pagi buta atau menjelang malam hari.

Hujan juga terkadang turun sehingga jas hujan, payung, dan sepatu trekking bisa dibawa serta.

4. Bawa kopi data diri

Jangan lupa membawa kopi data diri seperti KTP atau paspor saat berkeliling. Biasanya petugas keamanan bakal menanyakan hal tersebut kepada turis yang datang berkelompok.

Tak perlu membawa uang tunai terlalu banyak saat sedang berkeliling.

5. Kurangi bercanda

Suku-suku di Papua masih banyak yang tinggal di pedalaman dan manut terhadap tradisi, salah satunya menggunakan bawahan rumbai atau koteka. Tempat tinggal mereka juga dibangun sangat sederhana.

Oleh karena itu kurangi bercanda seputar tersebut saat berada di sana, karena candaan bagi kita soal kemoderenan bisa jadi melukai hati mereka.


6. Jangan menerobos

Ada perkampungan yang memajang tanda larangan masuk (silo) untuk orang yang bukan anggota. Bagi yang gemar menjelajah, sebaiknya jangan langsung menerobos perkampungan yang demikian.

Jangan pula iseng memetik bunga, mengambil hewan, tanpa seizin warga lokal.

Berhati-hatilah juga dengan hewan peliharaan kesayangan mereka, seperti babi dan anjing, karena mereka memiliki nilai budaya dan bernilai tinggi.

Siap-siap dimintai ganti rugi jika melukai babi atau anjing di sana.

7. Ambil foto

Rumah, pakaian, dan karakter Suku Dani memang unik dan menarik untuk diabadikan. Sebelum jepret sana jepret sini, ada baiknya meminta izin kepada warga lokal atau ketua adat setempat untuk mengarahkan kamera.

Ingatkan sesama turis untuk tidak mengambil foto atau video sosok anggota suku pedalaman yang notabene berpakaian minim sehingga sesama pendatang bisa saling menjaga etika.



(ard/ard)