Memetik Manfaat dari Konsumsi Protein Nabati

tim, CNN Indonesia | Rabu, 31/07/2019 19:30 WIB
Memetik Manfaat dari Konsumsi Protein Nabati Manfaat mengonsumsi protein nabati yang bisa ditemukan pada kacang merah, oatmeal, biji chia, dsb.(Foto: wuzefe/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekitar 20 persen tubuh terbentuk dari protein. Rambut dan kuku hampir seluruhnya dihasilkan dari jaringan protein. Selain itu, tubuh menggunakan protein untuk membangun otot, memperbaiki jaringan, serta menghasilkan enzim, hormon, dan biokimia penting lainnya.

Namun sayangnya, tubuh tidak bisa menyimpan protein dalam waktu yang lama. Oleh sebab itu, penting untuk memastikan kecukupan angka kebutuhannya. Protein bisa diperoleh dari bahan pangan nabati maupun hewani.


Meski protein hewani terbilang lebih lengkap daripada nabati, bukan berarti semudah itu menyisihkan protein nabati dari asupan harian. Asupan protein nabati bisa didapat dari biji chia, kale, kacang merah, oatmeal, biji labu, spirulina, quinoa, dan almond. Berikut manfaat yang bisa diperoleh dari mengonsumsi protein nabati.


1. Turunkan risiko penyakit jantung
Studi menemukan diet yang kaya protein, khususnya protein nabati, bisa menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol. Keduanya merupakan faktor risiko penyakit jantung.

Melansir dari Healthline, percobaan dari EcoAtkins menemukan diet rendah karbohidrat dan tinggi protein nabati lebih berkontribusi pada penurunan tekanan darah dan kolesterol daripada diet tinggi karbohidrat dan rendah lemak.

Memetik Manfaat dari Konsumsi Protein NabatiPilih menu diet yang tepat seperti makanan yang mengandung protein nabati untuk menjaga bahkan menurunkan berat badan. (Foto: Istockphoto/Urilux)

2. Jaga berat badan

Sumber makanan berprotein nabati cenderung rendah kalori dan lemak daripada sumber makanan berprotein hewani. Selain itu, sumber makanan ini tinggi serat dan nutrisi penting buat tubuh. Dengan mengganti sebagian asupan protein dengan sumber pangan berprotein nabati, Anda bisa mengurangi asupan kalori. Ini bisa membuat berat badan terjaga tanpa kehilangan nutrisi penting.


3. Tampil lebih segar dan muda

Bukan hal yang tak mungkin jika di usia 40-an Anda ingin tampil layaknya orang berusia 20-an. Konsultan kesehatan Maggie Berghoff mengatakan diet berbasis tumbuhan bisa mencegah penyakit bahkan bisa memperlambat penuaan.

"Protein nabati penting untuk hidup panjang umur, kuat, dan sehat," imbuh Berghoff mengutip dari Eat This, Not That.

Berdasarkan hasil riset yang dilakukan JAMA Internal Medicine mengungkapkan orang yang memperoleh protein dari kacang-kacangan dan biji-bijian memiliki risiko kematian lebih rendah daripada mereka yang konsumsi protein hewani.


Memetik Manfaat dari Konsumsi Protein NabatiMakanan berprotein merupakan diet yang tepat untuk melawan kanker. (Foto: PDPics/Pixabay)

4. Lawan kanker

Hidup sehat dan panjang umur didukung dengan tubuh kuat yang mampu lawan penyakit. Menurut Berghoff, nutrisi tinggi plus serat bisa menjaga pencernaan tetap sehat sehingga menurunkan serangan penyakit terutama kanker.

5. Turunkan risiko diabetes tipe 2

Asupan protein nabati pun bisa menurunkan risiko penyakit diabetes tipe 2. Sebuah studi kecil yang melibatkan pengidap diabetes tipe 2 menemukan daging merah yang diganti dengan legume (sejenis kacang polong) bisa memperbaiki kadar kolesterol dan kadar gula darah.

Memetik Manfaat dari Konsumsi Protein NabatiIlustrasi. Mengonsumsi makanan tinggi protein nabati membuat tubuh memiliki performa dan energi yang lebih baik. (Foto: janeb13/Pixabay)


6. Tingkatkan performa olahraga

Atlet dikenal memiliki otot kuat dan padat. Banyak yang berasumsi mereka banyak mengonsumsi pangan tinggi protein hewani. Namun buat atlet yang memiliki performa baik justru banyak mengonsumsi protein berbasis tumbuhan.

Pemain football asal Amerika Tom Brady adalah atlet yang gemar mengonsumsi protein nabati. Kawan-kawan satu timnya pun turut mengadopsi menu makanan Brady dan merasakan efek yang luar biasa. Mereka merasakan peningkatan performa, energi, dan waktu pemulihan yang cepat.

(els/els)