5 Manfaat Telur Rebus untuk Kesehatan

tim, CNN Indonesia | Senin, 05/08/2019 16:46 WIB
5 Manfaat Telur Rebus untuk Kesehatan ilustrasi telur rebus (Jakub Kapusnak/FoodiesFeed)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ada banyak cara untuk mengolah telur. Setiap cara pengolahan telur menawarkan manfaat kesehatan yang berbeda untuk tubuh. Merebus telur adalah salah satu cara untuk mendapatkan manfaat optimal telur.

Telur rebus merupakan hasil pematangan yang tak terkontaminasi dengan zat lain yang berbahaya seperti minyak saat telur digoreng.

Berikut manfaat telur rebus untuk kesehatan. 


1. Mata
Telur rebus mengandung lutein dan zeaxanthin, paling banyak dibanding jenis makanan lain. Dua nutrisi ini baik mata karena dapat mencegah degenerasi pada makula. Mengonsumsi telur juga dapat menurunkan risiko katarak. 


2. Otak 
Telur baik untuk fungsi dan kinerja otak. Telur rebus mengandung kolin, nutrisi yang mengatur otak, sistem saraf, dan kesehatan katdiovaskular. Kolin bakal menjaga struktur otak, yang membantu menyampaikan pesan dari otak ke saraf dan otot.

Pada ibu hamil, telur dapat membantu perkembangan otak janin dan mencegah cacat lahir.

3. Rambut dan kuku
Manfaat telur juga dapat menyasar sel-sel kecil di tubuh seperti rambut dan kuku. Telur mengandung sulfur yang tinggi dan merupakan sumber vitamin D, mineral dan antioksidan.

Dikutip dari situs kesehatan Live Strong, kandungan ini membantu menumbuhkan rambut dan kuku yang sehat. 

4. Tulang
Vitamin D dalam telur rebus dapat membuat tulang dan gigi kuat. Vitamin D meningkatkan penyerapan kalsium dan mengatur kadar kalisum dalam darah. Proses ini memastikan kerangka tulang mendapatkan kalsium yang dibutuhkan. 

Dikutip dari Healthy Eating, setiap hari dibutuhkan 600 unit vitamin. Dalam satu telur rebus, terkandung 45 unit vitamin D.


5. Jantung
Telur rebus menghasilkan lemak baik atau lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda. Lemak ini dapat menstabilkan kadar kolesterol darah sehingga menurunkan risiko penyakit jantung. 

Lemak sehat ini juga mengatur insulin di dalam darah dalam batas yang sehat, terutama pada orang dengan diabetes tipe 2. (ptj/chs)