Bocah 7 Tahun dari India Punya 526 Gigi dalam Mulutnya

tim, CNN Indonesia | Senin, 05/08/2019 18:59 WIB
Bocah 7 Tahun dari India Punya 526 Gigi dalam Mulutnya ilustrasi gigi (AFP PHOTO / PHILIPPE HUGUEN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anak berusia tujuh tahun di Chennai, India mengeluh kesakitan di bagian rahangnya. Setelah diselidiki, dokter menemukan ada 526 gigi di dalam mulutnya. 

Menurut keterangan dari rumah sakit yang menanganinya, anak itu mengaku kesakitan karena bengkak di sekitar geraham di bagian rahang kanan bawahnya. 

Ketika dokter melakukan pemindaian dan x-ray pada bagian mulut, mereka menemukan ada kantung "gigi abnormal" yang tertanam di bagian bawah rahang. 


Sementara, operasi untuk menghilangkan gigi berlangsung pada bulan lalu, dokter masih membutuhkan waktu untuk memeriksanya. Ini untuk memastikan temuan mereka. Setelah mereka menemukan kantung itu, dua ahli bedah segera mengeluarkannya dari mulut si anak. 


Kemudian, tim Ramani membutuhkan waktu selama empat hingga lima jam untuk mengosongkan kantung untuk mengkonfirmasi isinya dan menemukan ratusan gigi. 

"Ada total 526 gigi yang berjarak 0,1 milimeter sampai 15 milimeter. Sekalipun gigi yang terkecil memiliki mahkota, akar dan mantel email yang menunjukkan itu adalah gigi," kata Kepala Oral dan Patologi Maksilofasial di Saveetha Dental College and Hospital, Dr. Prathiba Ramani menceritakannya pada CNN. 

Berdasarkan keterangan Ramani, anak itu sudah diizinkan pulang tiga hari setelah operasi berlangsung. Dan diharapkan bisa sembuh total.

Ramani menyebut bahwa anak selama ini menderita kondisi langka yang disebut dengan senyawa komposit odontoma. Ramani juga mengatakan bahwa penyebab kondisi ini belum jelas. Tetapi ia menjelaskan kemungkinan adanya faktor genetik atau bisa juga faktor lingkungan seperti radiasi. 


Anak itu mungkin memiliki gigi yang ekstra besar sebelumnya. Orang tuanya menceritakan bahwa mereka menyadari adanya pembengkakan pada bagian rahang anaknya pada saat si anak berusia sekitar 3 tahun dan telah menghentikan pembengkakannya. Tetapi mereka tidak bisa melakukan banyak hal. Tidak ingin hanya tinggal diam, mereka membolehkan dokter runtuk memeriksanya. 

Kepala Oral Rumah Sakit dan Departemen Operasi Maksilofasial, Dr. P. Senthilnathan, salah satu dari dua dokter bedah yang mengoperasi anak itu menceritakan secara rinci kepada CNN. 

"Di bawah pengaruh obat bius umum, kami mengebornya dari rahang bagian atas." katanya. 

"Kami tidak mematahkan tulang samping, artika tidak diperlukan rekonstruksi. Anda dapat menganggapnya sebagai secama potongan balon dengan potongan-potongan kecil didalamnya."

Senthilnathan juga mengatakan bahwa penemuan ini menunjukkan pentingnya untuk mencari perawatan untuk masalah kesehatan gigi secepatnya. 

Sedangkan kesadaran tentang kesehatan gigi dan mulut perlu diimprovisasi. Mengingat banyaknya masalah di daerah pedesaan.

"Tidak banyaknya dokter gigi, kurangnya pendidikan, dan kemiskinan menunjukkan tidak banyaknya kesadaran. Dan permasalahan masih ada di sana.


"Anda bisa lihat, penduduk di perkotaan memiliki kesadaran yang lebih baik dibandingkan mereka yang tinggal di desa yang tidak ada pendidikan atau kesempatan untuk mendapatkan kesehatan gigi yang baik.

Dr. Senthilnathan mengatakan, kasus yang terjadi di Ravindrath semuanya telah berubah dengan baik. Anak itu sekarang memiliki jumlah gigi yang sehat sebanyak 21 gigi.  (nad/chs)