Jas Hujan Tahan Air Boleh Dipakai sebagai Pengganti APD

CNN Indonesia | Rabu, 25/03/2020 11:50 WIB
Jas Hujan Tahan Air Boleh Dipakai sebagai Pengganti APD Ilustrasi petugas medis mengenakan APD. (Foto: ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketersediaan alat pelindung diri (APD) bagi petugas medis belakangan dikeluhkan semakin terbatas, sementara jumlah pasien terus bertambah. Menghadapi situasi tersebut, beberapa petugas medis mengakalinya dengan menggunakan jas hujan atau pakaian panjang berbahan plastik untuk menangani pasien yang terinfeksi virus corona (Covid-19).

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia Jakarta, Dr Abdul Halik Malik menilai penggunaan jas hujan berbahan plastik bisa menggantikan APD standar.

Namun, Abdul memberikan syarat jika jas hujan dipastikan harus terbuat dari bahan yang bisa menahan air.


"Virus corona tu kan menular melalui droplet (cairan tubuh) dan areosol (hembusan napas) pasien yang terinfeksi kemudian kontak dengan benda-benda. Nah, bahan yang berupa plastik itu kan tentu tidak tembus air, jadi mungkin tetap dibolehkan," ujar Abdul saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (25/3).

Kendati demikian, ia mengingatkan jika penggunaan jas hujan juga memiliki kelemahan lantaran memiliki kualitas dan tingkat ketebalan bahan plastik yang digunakan.

Ia menambahkan jika jas hujan yang bisa digunakan sebagai pengganti sementara APD harus berbahan plastik tebal sehingga bisa menahan air dengan baik. Syarat tersebut diberikan lantaran penularan virus corona cenderung melalui media berupa cairan pasien terpapar.

"Tidak semuanya (jas hujan) cocok dijadikan APD, karena mungkin ada jas hujan yang mudah robek atau bocor. Jadi tidak memberikan perlindungan maksimal juga," ujarnya menambahkan.

[Gambas:Video CNN]

Disamping itu, ia juga mengingat kekurangan penggunaan jas hujan berbahan plastik, terutama dari sisi kenyamanan bagi petugas medis.

Menurutnya, petugas medis yang menggunakan jas hujan sebagai pengganti APD dalam jangka waktu yang lama bisa terasa panas lantaran bahannya tidak menyerap keringat.

"Idealnya petugas menggunakan APD itu bisa seharian atau satu kali shift. Tapi pasti tidak nyaman dengan jas hujan, karena panas jadi mereka juga bisa tidak nyaman dalam bekerja. Nah, kalau bahan standar itu sudah didesain lebih adem dan nyaman," ucapnya.

Untuk itu, ia merasa pemerintah masih perlu berupaya memenuhi ketersediaan APD bagi seluruh tenaga medis yang menangani pasien Covid-19.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan pemerintah menurutnya yakni dengan mendorong industri tekstil lokal untuk memproduksi APD massal di dalam negeri.

"Tentu pemerintah bisa mendorong UMKM atau industri yang relevan untuk memikirkan memproduksi APD secara mandiri menggunakan sumber daya lokal," pungkasnya.

Sejumlah tenaga medis di Rumah Sakit Umum (RSU) Bahteramas dan Kendari, Sulawesi Tenggara sempat mengeluhkan kekurangan APD. Para petugas medis bahkan sempat mengancam aksi mogok jika pemerintah tidak cepat turun tangan memenuhi persediaan APD.

Jas Hujan Tahan Air Boleh Dipakai sebagai Pengganti APDFoto: CNNIndonesia/Basith Subastian
(ara)