Kehilangan Kemampuan Indera Perasa Bisa Jadi Gejala Covid-19
CNN Indonesia
Selasa, 24 Mar 2020 08:39 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Selain batuk, demam, pilek, dan sesak napas, seorang dokter di Amerika mengungkapkan bahwa ada gejala lain dari Covid-19, yaitu kehilangan kemampuan merasakan dan membaui.
Menurut jurnal American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery mengatakan bahwa gejala anosmia atau kehilangan kemampuan membaui dan dysgeusia atau kehilangan kemampuan perasa bisa digunakan untuk mengidentifikasi kemungkinan infeksi Covid-19.
"Anosmia, secara umum, sudah terlihat pada pasien yang sudah dites positif corona tanpa gejala lainnya," tulis penelitian dalam jurnal tersebut dikutip dari CNN.
Gejala tersebut mengharuskan adanya pertimbangan serius untuk isolasi diri dan tes ada orang tersebut.
Akademi tersebut memberikan pernyataannya seelah ENT UK, organisasi profesional yang mewakili ahli bedah telinga, hidung, dan tenggorokan di Inggris mengatakan bahwa anosmia bisa menjadi gejala lain dari infeksi novel coronavirus.
Sebelumnya, sudah diketahui dalam literatur medis bahwa kehilangan kemampuan mencium atau anosmia bisa dikaitkan dengan beberapa masalah infeksi pernapasan.
"Virus corona yang dijelaskan sebelumnya dianggap bertanggung jawab atas 10-15 kasus tersebut. Oleh karena itu, tak mengherankan bahwa novel corona virus juga akan menyebabkan anosmia pada pasien yang terinfeksi," tulis pernyataan ENT UK.
"Sudah ada bukti yang bagus dari Korea Selatan, China, dan Italia bahwa jumlah pasien yang signifikan dengan infeksi Covid-19 juga mengalami anosmia."
"Di Jerman dilaporkan 2 dari 3 orang mengonfirmsi adanya anosmia. Di Korea Selatan, di mana tesnya lebih luas, 30 persen pasien positif mengalami anosmia sebagai gejala nyata yang mereka alami sekarang." (chs)
Menurut jurnal American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery mengatakan bahwa gejala anosmia atau kehilangan kemampuan membaui dan dysgeusia atau kehilangan kemampuan perasa bisa digunakan untuk mengidentifikasi kemungkinan infeksi Covid-19.
"Anosmia, secara umum, sudah terlihat pada pasien yang sudah dites positif corona tanpa gejala lainnya," tulis penelitian dalam jurnal tersebut dikutip dari CNN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akademi tersebut memberikan pernyataannya seelah ENT UK, organisasi profesional yang mewakili ahli bedah telinga, hidung, dan tenggorokan di Inggris mengatakan bahwa anosmia bisa menjadi gejala lain dari infeksi novel coronavirus.
Lihat juga:Cara Mencuci Pakaian di Tengah Wabah Corona |
Sebelumnya, sudah diketahui dalam literatur medis bahwa kehilangan kemampuan mencium atau anosmia bisa dikaitkan dengan beberapa masalah infeksi pernapasan.
"Virus corona yang dijelaskan sebelumnya dianggap bertanggung jawab atas 10-15 kasus tersebut. Oleh karena itu, tak mengherankan bahwa novel corona virus juga akan menyebabkan anosmia pada pasien yang terinfeksi," tulis pernyataan ENT UK.
"Sudah ada bukti yang bagus dari Korea Selatan, China, dan Italia bahwa jumlah pasien yang signifikan dengan infeksi Covid-19 juga mengalami anosmia."
"Di Jerman dilaporkan 2 dari 3 orang mengonfirmsi adanya anosmia. Di Korea Selatan, di mana tesnya lebih luas, 30 persen pasien positif mengalami anosmia sebagai gejala nyata yang mereka alami sekarang." (chs)