6 Cara Relaksasi untuk Redam Kecemasan

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 24/03/2020 19:13 WIB
6 Cara Relaksasi untuk Redam Kecemasan Ilustrasi. Beberapa cara dan teknik relaksasi dapat Anda coba untuk meredam kecemasan akibat virus corona. (Istockphoto/Everste)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pandemi COVID-19 menimbulkan kecemasan dan kepanikan massal. Beberapa cara dan teknik relaksasi bisa Anda lakukan di rumah untuk meredam stres akibat paparan informasi terkait virus corona.

Kecemasan dan kepanikan dapat menimbulkan korban, baik secara fisik maupun psikologis. Ketakutan tumbuh subur dalam atmosfer serba kebingungan seperti saat ini.

Tak hanya pada orang dengan gangguan cemas, ketakutan juga bisa terjadi pada siapa pun tanpa gangguan mental penyerta sebelumnya.


"Ketakutan terhadap virus mungkin menyebar lebih cepat daripada virus itu sendiri," ujar profesor psikologi dari University of Southern California, Norbert Schwarz, mengutip laman Medium. Dunia akan terasa seperti tempat yang berbahaya, di mana hal-hal buruk dapat terjadi kapan saja.

Padahal, stres dapat menurunkan daya tahan tubuh yang sebenarnya diperlukan untuk saat ini. Untuk menanganinya, Anda bisa melakukan beberapa cara relaksasi berikut, mengutip situs psikologi Help Guide.

1. Pernapasan dalam
Fokus pada pernapasan merupakan teknik relaksasi paling sederhana dan kuat. Teknik ini mudah dipelajari dan dapat dipraktikkan di mana saja.

Perlu diketahui, pernapasan merupakan landasan dari banyak praktik relaksasi lainnya. Anda bisa mengombinasikannya dengan aromaterapi dan musik.

Berikut cara melatih pernapasan dalam:
- Duduk dengan tegak.
- Letakkan salah satu tangan di perut.Tarik napas melalui hidung hingga perut yang mengembang terasa oleh tangan.
- Buang napas melalui mulut. Dorong udara keluar sebanyak mungkin yang Anda bisa.

Jika Anda kesulitan bernapas dari perut dengan posisi duduk, coba lah berbaring. Simpan buku kecil di atas perut dan ambil napas hingga buku terlihat naik.

Pernapasan perut atau diafragma dipercaya dapat menstimulasi saraf vagus yang dapat mengaktifkan respons relaksasi, menenangkan detak jantung, serta menurunkan tekaan darah dan tingkat stres.

2. Relaksasi otot progresif
Relaksasi ini dilakukan dengan cara menegangkan dan mengendurkan berbagai kelompok otot tubuh. Latihan relaksasi otot progresif secara teratur membuat Anda akrab dengan perasaan tegang dan rileks.

Untuk meredakan stres, relaksasi otot progresif dapat dikombinasikan dengan pernapasan dalam.

Namun, konsultasi terlebih dahulu dengan dokter jika Anda memiliki riwayat kejang otot atau masalah cedera otot lainnya.

Ilustrasi. Pernapasan dalam menjadi salah satu teknik relaksasi paling mudah dan kuat untuk mengatasi cemas dan stres akibat virus corona. (Istockphoto/PeopleImages)

Berikut cara relaksasi otot progresif:
- Gunakan pakaian yang longgar hingga Anda merasa nyaman.
- Ambil dan buang napas pelan-pelan.
- Kencangkan otot kaki kiri dan fokuskan pikiran pada rasa tegang yang diberikan. Tegangkan sekencang mungkin dan tahan selama 10 detik, lalu lepaskan ketegangan.
- Lakukan hal yang sama pada otot-otot tubuh lainnya.

3. Visualisasi
Teknik ini merupakan variasi pada meditasi tradisional yang melibatkan bayangan adegan di mana Anda merasa damai dan bebas. Pilih suasana apa pun yang Anda sukai.

Anda bisa melakukan visualisasi ini dalam keheningan atau menggunakan alat bantu dengar seperti musik.

Tutup mata Anda dan bayangkan tempat yang tenang. Bayangkan sejelas mungkin, semua yang Anda lihat, dengar, cium, dan rasakan.

Teknik ini akan bekerja jika Anda memasukkan sebanyak mungkin detail sensorik. Misalnya, jika Anda membayangkan danau, maka yang harus masuk dalam fokus pikiran Anda di antaranya lanskap matahari terbenam di atas air, suara burung, aroma pohon pinus, rasa dingin di kaki saat dicelupkan ke dalam air, dan udara segar.

4. Meditasi mindfullness
Mindfulness menjadi praktik relaksasi yang sangat populer belakangan ini. Meditasi ini pada dasarnya memusatkan fokus pada apa yang terjadi saat ini juga. Meditasi ini memungkinkan Anda untuk sepenuhnya terlibat pada momen yang sedang terjadi.

Meditasi ini telah lama digunakan untuk mengurangi stres, kecemasan, depresi, dan emosi negatif lainnya.

Sekilas, meditasi ini terlihat mudah. Namun, Anda memerlukan latihan berkali-kali untuk menuai manfaatnya.

Jangan khawatir jika pikiran berkeliaran ke mana-mana saat Anda pertama kali mencobanya. Itu adalah hal yang wajar.

Berikut caranya:
- Temukan tempat yang tenang.
- Duduk tegak dan nyaman.
- Tutup mata dan temukan titik fokus-seperti pernapasan. Rasakan sensasi udara yang mengalir ke lubang hidung dan keluar dari mulut Anda. Rasakan pula diafragma Anda yang naik dan turun.
- Jangan khawatir jika ada pikiran lain yang tiba-tiba melintas. Jangan dilawan, tapi kembalikan perhatian Anda pada titik fokus.

5. Gerakan berirama
Olahraga mungkin dirasa terlalu berat bagi beberapa orang. Tapi, olahraga yang berfokus pada irama akan memberikan respons relaksasi.

Beberapa yang bisa Anda lakukan di antaranya seperti berlari kecil, berjalan kaki, berenang, dan menari.

6. Yoga
Yoga mengombinasikan serangkaian pose dan pernapasan dalam. Selain mengurangi kecemasan dan stres, yoga juga dapat meningkatkan fleksibilitas dan stamina tubuh.

Beberapa yoga yang disarankan untuk mengurangi stres dan kecemasan di antaranya satyananda dan hatha yoga. Keduanya hanya memerlukan pose yang lembut dan cocok untuk pemula serta siapa pun yang ingin menekan rasa stres.

[Gambas:Video CNN]

(asr/asr)