Hukum dan Keutamaan Berkurban di Hari Raya Idul Adha

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 11/08/2019 13:12 WIB
Hukum dan Keutamaan Berkurban di Hari Raya Idul Adha Foto: CNN Indonesia/Daniela Dinda
Jakarta, CNN Indonesia -- Hari Raya Idul Adha dirayakan dengan berkurban. Berkurban, atau menyembelih hewan kurban yang dilakukan setelah melakukan salat Idul Adha, menjadi salah satu amal kebaikan yang disukai oleh Allah.

Berkurban dapat dilakukan dengan membeli hewan ternak secara pribadi atau berkelompok lalu menyembelihnya. Lalu, daging kurban dapat dibagikan kepada orang yang membutuhkan di lingkungan sekitar.

Berkurban sangat dianjurkan bagi seorang Muslim yang mampu. Dilakukan pada Hari Raya Idul Adha atau 10 Dzulhijjah, dan pada hari tasyrik di 11-13 Dzulhijjah.


Ustaz KH Wahyul Afif Al-Ghafiqi menjelaskan hukum berkurban adalah sunah.

"Kurban itu sunah. Kalau belum mampu jangan memaksakan diri," kata ustaz yang akrab disapa Kang Mako ini kepada CNNIndonesia.com, jelang Idul Adha.

Perintah kurban sendiri sudah diterapkan sejak masa Nabi Adam, Nabi Ibrahim, dan Nabi Muhammad. Tercantum dalam Alquran di surat Al-Kautsar ayat 2 dan surat Al-Hajj ayat 34-35.

"Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah," terjemahan surat Al-Kautsar ayat 2.

Sejumlah hadis juga meriwayatkan Rasulullah berkurban saat Hari Raya Idul Adha. Rasulullah disebut melakukan kurban setiap tahun dengan menyembelih kambing. Selain kambing, ternak lain yang bisa dijadikan hewan kurban ialah domba, sapi, kerbau, dan unta.

Wahyul juga menjelaskan, kurban boleh dilakukan walaupun seseorang belum melakukan akikah.

"Akikah itu sunah, kurban juga sunah. Jadi, tidak masalah. Amal kebaikan tidak saling bertentangan," ucap Wahyul.

Allah memberikan sejumlah keutamaan bagi orang yang berkurban. Salah satunya adalah ampunan untuk keluarganya.

"Siapa yang berkurban atau menyembelih kurban akan mendapatkan ampunan Allah dan juga ampunan atas dosa anak, istri dan keluarganya," tutur Wahyul.

Berkurban juga dapat menyucikan atau membersihkan harta dan rezeki yang telah diperoleh. Di samping menjadi salah satu bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan.

Dengan begitu, umat Islam yang berkurban dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah dan meningkatkan ketakwaan. (ptj/ayk)