Memandang Perempuan Berkebaya dari Kacamata Lelaki

tim, CNN Indonesia | Minggu, 18/08/2019 14:30 WIB
Memandang Perempuan Berkebaya dari Kacamata Lelaki Abimana mengungkapkan bahwa perempuan berkebaya itu seksi (CNN Indonesia/Mundri Winanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seksi."

Satu kata ini terlontar dari aktor Abimana Aryasatya saat melihat perempuan mengenakan kebaya. Bukan busana minim atau bikini, rupanya kebaya yang membuat pemeran Sancaka dalam film Gundala ini memandang sisi feminin perempuan. 

Dia mengungkapkan opininya barangkali terbentuk dari lingkungan. Salah satu nenek angkatnya selalu mengenakan kebaya setiap hari. Barangkali bila dilukiskan, sang nenek layaknya perempuan Indonesia dalam potret lawas hitam putih zaman dulu. 


"Nenek angkat memang ada darah Jawa. Kayaknya baju dia cuma itu," ujarnya terkekeh saat bertandang ke kantor CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu. 

Pria yang akrab disapa Abi ini begitu menghormati sang nenek yang menjunjung tinggi budayanya. "Ini menarik, makin jarang yang pakai makanya [kalau ada yang pakai] jadi luar biasa buat saya," imbuhnya. 


Senada dengan Abi, aktor Lukman Sardi merasa perempuan begitu anggun dalam balutan kebaya. Dia pun mengakui sedari dulu menyukai perempuan yang mengenakan kebaya. 

"Ini Indonesia banget yang enggak dimiliki perempuan negara lain. Itu musti tetap dilestarikan," ujar Lukman saat bertandang ke kantor CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu. 

Perempuan di masa lampau mengenal kebaya sebagai busana sehari-hari. Kini perempuan mengenal begitu banyak model busana dan memandang kebaya sebagai busana yang tidak praktis. Padahal, kata Lukman, kebaya kekinian modelnya beragam dan lebih modern.

"Enggak tahu ya, saya lihat istri pakai kebaya itu suka banget," imbuhnya. 

Kebaya, busana perempuan IndonesiaFoto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono
Kebaya, busana perempuan Indonesia

Lukman akrab dengan kebaya berkat sang ibu yang kerap berkebaya untuk acara khusus. Pun semakin dewasa dia melihat semua ibu negara dekat dengan kebaya sebut saja Fatmawati, almarhumah Ani Yudhoyono dan Iriana Joko Widodo. Meski tak setiap hari mengenakan, mereka turut berperan dalam 'menduniakan' kebaya. 

Lukman berharap perempuan-perempuan Indonesia makin tergerak untuk mengenakan sekaligus mempopulerkan kebaya. 

"Dalam pertemuan internasional misal, orang dari negara Afrika dengan senang hati pakai baju tradisional mereka. Seharusnya kita bisa seperti itu," katanya.

Bukan cuma Abimana dan Lukman Sardi yang beranggapan demikian. Menurut jajak pendapat dengan metode wawancara terhadap beberapa orang kaum hawa lain sepakat bahwa kebaya akan menambah sisi anggun seorang perempuan. Tujuh pria dari tujuh responden setuju kalau kebaya itu elegan. 

"Anggun, sisi kewanitaannya lebih keluar sih. Tapi (perempuan sekarang) agak berkurang sih (minatnya dengan kebaya) menurutku. Paling orang make nya cuma buat kondangan, wisuda, atau malah waktu waktu khusus macam Kartini-an," kata responden Religius Perdana. 

"Kalau lihatnya pas di acara-acara formal kayak kondangan, sunatan, wisuda-an ya biasa saja ya, tapi kalau pas lagi di tempat-tempat umum atau tempat lain, pemandangan orang dengan kebaya ya menarik perhatian banget, keren dan keren banget," ungkap responden lainnya, Richard. 

Selain itu, Gabriel Indripriarko mengungkapkan bahwa saat perempuan berkebaya maka kadar cantiknya meningkat 2 kali lipat.

"Old but classy," ucap responden lainnya, Triaji Roy Gunawan.

Kebaya modernFoto: Safir Makki
Kebaya modern
(els/chs)