Yang Perlu Diketahui Sebelum Ajak Bayi Naik Pesawat

CNN Indonesia | Rabu, 14/08/2019 18:27 WIB
Yang Perlu Diketahui Sebelum Ajak Bayi Naik Pesawat Ilustrasi. (REUTERS/Marko Djurica)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anak yang berusia di bawah dua tahun masuk dalam kategori bayi. Perlu diketahui kalau tempat wisata, restoran, sampai maskapai penerbangan memberlakukan tarif dan peraturan yang berbeda untuk bayi.

Khusus maskapai, ada yang memberi tiket gratis pada bayi. Namun ada pula yang memberi "diskon" beberapa persen dari tarif orang dewasa.

Berikut ini yang perlu diketahui saat hendak membawa bayi terbang untuk perjalanan wisata:



1. Usia

Hubungi dokter anak dan maskapai terkait untuk mengetahui aturan terbaru mengenai terbang bersama anak di bawah dua tahun.

Tigerair Mandala dan Garuda Indonesia tak mengizinkan bayi berusia kurang dari tujuh hari untuk terbang. 

Normalnya bayi dirasa aman dibawa untuk terbang ketika sudah melewati usia tiga bulan, karena imunitasnya sudah kuat. Perlu diketahui kalau kabin pesawat adalah ajang pertukaran virus penyakit. Vaksinlah bayi jika perlu divaksin.

Selain surat keterangan terbang dari dokter yang maksimal ditandatangani 72 jam sebelum penerbangan, sertakan juga asuransi penerbangan untuk sang bayi.

2. Biaya

Anak berusia di bawah dua tahun biasanya diberikan tiket gratis oleh maskapai penerbangan. Tapi tak semua maskapai penerbangan memberlakukan aturan tersebut.

Lion Air, Wings Air, Malindo, Batik Air, Citilink, dan Garuda Indonesia menerapkan tarif 20 persen dari orang dewasa.

Lalu Sriwijaya Air dan NAM Air menerapkan tarif 10 persen dari orang dewasa.

Sementara AirAsia dan Tigerair Mandala menerapkan tarif Rp150 ribu.

Dan Jetstar menerapkan tarif gratis jika bayi tidak duduk di tempat duduk sendiri untuk rute domestik dan rute antara Australia dan Selandia Baru.

Maskapai juga membolehkan orangtua memangku anak berusia di bawah dua tahun, tapi satu orang dewasa hanya dibolehkan memangku satu anak.


3. Pilih penerbangan

Pilihlah penerbangan yang pas dengan waktu sang bayi tidur. Jangan memaksakan bayi yang baru berusia beberapa minggu terbang lebih dari tiga jam.

Tempat duduk terdepan atau dekat koridor merupakan area paling aman untuk membawa bayi.

Area terdepan biasanya memiliki ruang lebih untuk kaki, sementara bangku dekat koridor memungkinkan orangtua menggendong bayi keliling kabin jika sang bayi mulai rewel.

4. Datang awal

Datanglah lebih awal ke bandara agar bisa mempersiapkan kondisi bayi sebelum terbang, tak tergesa-gesa saat melewati pintu keamanan, serta lapor kepada petugas maskapai.

Ajak bayi bermain atau beri ia makan sehingga ia bisa langsung tertidur saat pesawat lepas landas.

5. Ikut aturan

Walau sudah diberi izin membawa bayi atau sudah membayar harga tiket untuk bayi, penumpang tetap harus mengikuti aturan yang diberlakukan maskapai, salah satunya menjaga ketenangan dan kebersihan.

Hal ini perlu diingat, sehingga penumpang dengan bayi bisa mengantisipasi keadaan jika sewaktu-waktu bayinya menangis atau merengek.

6. Saat terbang

Biasanya bayi menangis karena lapar, tekanan udara di telinga, kedinginan, atau kebosanan. Ketahui penyebab bayi sering menangis sehingga tahu cara meredakannya.

Susui bayi setelah lepas landas dan sebelum mendarat. Menelan mencegah bayi dari mengalami kesakitan telinga akibat perubahan tekanan udara. Empeng juga dapat menolong.

Bawalah perlengkapan utama bayi, seperti popok, baju cadangan, susu dan makanan, selimut, empeng, dan mainan favorit, selama penerbangan. Ketahui bahwa maskapai tak menyediakan perlengkapan khusus bayi dalam pesawat.

(vvn/ard)