Bandara di Amerika Larang Air Minum dalam Botol Plastik

CNN Indonesia | Rabu, 14/08/2019 19:19 WIB
Bandara di Amerika Larang Air Minum dalam Botol Plastik Ilustrasi. Ceceran sampah plastik di Pantai Kuta, Bali, pada tahun 2017. (AFP PHOTO / SONNY TUMBELAKA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bandara Internasional San Francisco memberlakukan larangan penjualan air minum dalam kemasan plastik sekali pakai mulai pekan ini.

Seperti yang dikutip dari Lonely Planet pada Rabu (14/8), larangan penjualan air minum dalam kemasan plastik sekali pakai di Bandara Internasional San Francisco berlaku efektif mulai 20 Agustus 2019.

Setelah aturan baru itu diberlakukan, keberadaan air minum dalam kemasan plastik yang sulit didaur ulang akan ditiadakan, baik di mesin pembelian sampai di ruang tunggu penumpang.



Namun aturan ini belum berlaku untuk minuman selain air mineral, seperti kopi atau jus, dan air minum dalam kemasan yang disediakan di dalam kabin pesawat.

Pengelola Bandara Internasional San Francisco berharap aturan baru ini dapat menjadikan bandaranya bebas sampah plastik pada tahun 2021.

Dari hasil studi mereka diketahui kalau penumpang bandara menyumbang 28 juta sampah plastik setiap tahunnya, sebagian besar merupakan kemasan air minum.


Di dunia, hanya sebanyak 25 persen kemasan plastik yang bisa didaur ulang. Satu botol plastik butuh waktu 450 sampai 1.000 tahun untuk bisa terurai secara alami.

Penjual air minum di Bandara Internasional San Francisco masih boleh menjual minuman dalam kemasan, namun hanya dalam botol yang bisa didaur ulang.

Jika tak ingin membeli air dalam kemasan, penumpang diizinkan membawa botol air minumnya sendiri yang bisa diisi ulang di 100 keran air minum yang berada di penjuru bandara.


[Gambas:Video CNN]
(ard/ard)