5 Penyakit Akibat Kabut Asap Karhutla, ISPA Hingga Jantung

Tim, CNN Indonesia | Senin, 16/09/2019 09:58 WIB
Paparan kabut asap yang intens dapat memperburuk kesehatan, mulai dari iritasi mata hingga penyakit jantung. Ilustrasi. ISPA menjadi penyakit paling banyak yang disebabkan oleh paparan kabut asap. (Foto: Istockphoto/puhhha)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini sudah mengontaminasi udara di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Dampak dari buruknya kualitas udara akibat karhutla kini mulai dirasakan oleh masyarakat yang tempat tinggalnya terpapar oleh kabut asap.

Mengutip Antara, sejumlah warga di Pekanbaru, Riau, kini menderita berbagai penyakit. Selain ISPA, mereka umumnya mengalami iritasi mata, iritasi kulit, serta asma.



Berikut sejumlah penyakit yang mengintai akibat paparan kabut asap karhutla berdasarkan Pusat Krisis Kesehatan, Kementerian Kesehatan.

1. Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA)
Walau penyebabnya adalah virus, paparan kabut asap yang intens dapat melemahkan kemampuan paru dan saluran pernapasan untuk melawan infeksi. Sehingga meningkatkan risiko seseorang terkena ISPA, terutama anak-anak dan lansia.

2. Asma
Salah satu penyebab asma ialah buruknya kualitas udara. Kabut asap akibat karhutla membawa partikel berukuran kecil yang dapat masuk ke saluran pernapasan dan mengganggu sistem pernapasan. Partikel itu dapat membuat asma muncul atau bertambah parah.

3. Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
PPOK merupakan penyakit radang paru, salah satu jenisnya ialah bronkitis. Kabut asap dapat memperburuk kinerja paru-paru dan dalam jangka panjang dapat memunculkan PPOK.

4. Penyakit jantung
Kabut asap mengandung partikel mini yang dikenal dengan PM2,5. Saking kecilnya, partikel ini bisa masuk ke saluran pernapasan. Jika terus-terusan terpapar, penelitian menunjukkan seseorang dapat mengembangkan risiko penyakit jantung dan stroke.


5. Iritasi
Tak perlu waktu lama, paparan kabut asap dapat berpengaruh langsung dan menyebabkan iritasi pada mata, tenggorokan, hidung. Termasuk memicu timbulnya sakit kepala hingga alergi. Iritasi ditandai dengan kemerahan, gatal, kering, hingga radang.

Selain terus menggunakan masker, Kementerian Kesehatan mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, mengonsumsi lebih banyak air putih, dan menutup rapat ventilasi rumah dari asap, demi mengurangi kemungkinan terkena penyakit-penyakit tadi.

[Gambas:Video CNN] (ptj/ayk)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK