Pertolongan Pertama Bila Alami Luka Bakar

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 20/08/2019 17:07 WIB
Pertolongan Pertama Bila Alami Luka Bakar Setiap orang mungkin mengalami luka bakar di mana saja, contohnya pada kasus Aiptu Erwin di Cianjur. Bagaimana pertolongan pertamanya? (Istockphoto/Ocskaymark)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kasus Aiptu Erwin, yaitu anggota polisi yang mengalami luka bakar akibat mengamankan aksi demo di Cianjur, mengingatkan kita bahwa luka bakar bisa terjadi kapan saja.

Dalam kasus ini, kecelakaan yang dialami oleh Aiptu Erwin ini membuat dia mengalami luka bakar 64 persen di tubuhnya. 

Namun, menangani luka bakar nyatanya tak semudah mengobati luka ringan biasa. Beberapa mitos dalam mengobati luka bakar bahkan bisa memperburuk luka ketimbang meredakannya.


Salah satu kepercayaan untuk mengobati luka bakar di rumah ialah dengan menggunakan pasta gigi atau es batu. Tujuannya adalah untuk membuat kulit yang terkena luka bakar menjadi dingin dan reda panasnya. Namun, alih-alih dingin, kulit yang terkena luka bakar malah justru 'menggelembung' dan berair. 


Menurut dokter spesialis kulit Dia Febrina, Sp.KK, penggunaan pasta gigi untuk mengobati luka bakar sangat tidak dianjurkan. Pasalnya, selain tidak memberi efek apa-apa, pasta gigi ditakutkan tidak steril, sehingga bisa memicu infeksi. Begitu juga dengan penggunaan minyak yang justru menahan panas lebih lama dalam kulit. Akibatnya kulit jadi luka lebih parah. 

Sedangkan es batu yang langsung diaplikasikan ke bagian luka bakar berpotensi merusak jaringan.

Memang ada sensasi dingin yang terasa saat dioleskan ke kulit yang terluka, namun efek sampingnya tentu malah jadi tambah parah. Jika seperti ini bagaimana sebaiknya menangani atau pertolongan pertama setelah mengalami luka bakar?

pasta gigi biasanya digunakan untuk mengobati luka bakarFoto: PublicDomainPictures/Pixabay
pasta gigi biasanya digunakan untuk mengobati luka bakar


Berikut tahapan yang aman sebagai pertolongan pertama pada luka bakar.

1. Gunakan air dingin untuk mengompres atau membilas bagian yang terasa panas.

2. Bila timbul gelembung luka, baiknya dibiarkan saja. Hindari menutupnya dengan plester, termasuk berusaha memecahkannya dengan jarum.

3. Oleskan salep khusus untuk luka bakar atau salep antibiotik yang mengandung neomycin sulfate dan neomycin yang umumnya memiliki efek dingin.

Ketiga cara tadi dapat digunakan sebagai penanganan luka bakar ringan. Namun bila luka bakar sudah masuk dalam kategori berat, apalagi sudah mencapai tulang, sebaiknya segera menuju ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan intensif. (dir/ayk)