7 Fakta Greenland, Pulau Es yang Ingin Dibeli Trump

CNN Indonesia | Minggu, 18/08/2019 12:28 WIB
7 Fakta Greenland, Pulau Es yang Ingin Dibeli Trump Pemandangan fenomena aurora di Greenland. (Istockphoto/nevereverro)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Donald Trump berminat untuk membeli Greenland. Tetapi keinginan tersebut ditolak mentah-mentah oleh pemerintah setempat.

Tampaknya, ini bukan pertama kalinya Amerika Serikat bertanya tentang pembelian pulau es itu: Presiden AS Harry Truman dilaporkan mencoba membelinya pada tahun 1946, dan Menteri Luar Negeri AS Abraham Lincoln, William Seward, kembali mempertimbangkan gagasan itu pada tahun 1867.

Gagasan Trump membeli Greenland masih sumir. Yang pasti negara ini menjadi lokasi Pangkalan Udara Thule, pangkalan paling utara militer AS yang dilengkapi dengan Sistem Peringatan Dini Rudal Balistik dan ada banyak lahan untuk penelitian ilmiah nan potensial.


Greenland belum dipasarkan saat ini, tapi jika suatu saat pemerintahnya berubah pikiran, inilah yang perlu diketahui calon pembeli sebelum mereka mengajukan penawaran:


1. Matahari bersinar dua bulan

Jika Anda salah satu dari orang-orang yang membutuhkan kegelapan mutlak untuk tidur, mungkin jangan pindah ke Greenland. Matahari bersinar selama dua bulan berturut-turut, dari 25 Mei hingga 25 Juli, menurut Kementerian Luar Negeri Denmark (Greenland secara resmi merupakan distrik di Denmark).

Selama waktu itu, kemiringan Bumi relatif terhadap bidang orbitnya menghasilkan fenomena "matahari tengah malam (midnight sun)" di beberapa bagian Lingkaran Arktik. Sinar matahari yang konstan dapat menyebabkan otak memproduksi lebih sedikit melatonin, membuatnya lebih sulit untuk tidur.

Paparan sinar matahari terus-menerus membingungkan tubuh dan mengacaukan ritmenya.

Sama seperti Greenland, Alaska juga demikian. Matahari tidak terbenam dari 22 April hingga 20 Agustus di Fairbanks dan penduduk diketahui mendaki, bersepeda, dan golf di tengah malam.

2. Musim panas yang beku

Kisah mengenai Viking yang membalik nama Greenland dan Islandia agar orang tersesat benar adanya. Berbeda dengan Islandia, Greenland diselimuti es bahkan saat musim panas di bulan Juli.

Lapisan es Greenland yang luas membentang 660.200 mil persegi - hampir 80 persen dari permukaan negara.

Kawasan ini membeku hampir sepanjang tahun, dan bahkan di musim panas, yang suhunya tidak lebih panas dari 10 derajat Celcius menurut Encyclopedia Britannica.

3. Terisolasi

Dingin yang membekukan mungkin menjelaskan mengapa sebenarnya tidak ada yang bermukim ke Greenland; pada awal abad ke-21, pertumbuhan populasi adalah nol, menurut Britannica.

Hanya sekitar 56 ribu orang yang tinggal di Greenland, menjadikan populasinya sekitar 157 kali lebih kecil dari London, menurut data Kantor Statistik Nasional Inggris.

Hanya 20 persen dari 836.300 mil persegi negara itu dihuni oleh manusia.

Terlebih lagi ketiadaan akses darat yang utama. Badan Pariwisata Greenland, situs web pariwisata resmi negara itu, merekomendasikan turis naik pesawat, helikopter atau kapal untuk berkeliling.

[Gambas:Instagram]

4. Jauh dari kapitalisme

Greenland adalah wilayah Denmark, tetapi diberi pemerintahan otonom. Dan jika didekati oleh Amerika Serikat untuk bergabung dengan 50 negara bagian lainnya, kecil kemungkinan penduduknya akan meninggalkan cita-cita sosialisnya.

Negara itu menyediakan perawatan kesehatan gratis, pendidikan publik, dan pensiun untuk semua warga negaranya, yang dibayar dengan subsidi Denmark, menurut Kementerian Luar Negeri Denmark.

Seperti yang dilaporkan Atlantic, kepemilikan tanah pribadi tidak ada di sana. Tidak ada Greenlander yang memiliki atau menyewakan tanah tempat tinggal mereka.

Perusahaan dan pengecer perikanan terbesar di negara itu adalah milik negara, dan bahkan maskapai penerbangan utamanya, Air Greenland, dimiliki bersama oleh Greenland, Denmark dan perusahaan induk perusahaan penerbangan yang dimiliki bersama oleh Denmark dan Swedia.


5. Kecil

Di banyak peta, Greenland tampaknya berukuran sama dengan Afrika. Tapi itu adalah kasus klasik distorsi peta: Pada 11.724.000 mil persegi, benua ini 14 kali lebih besar dari Greenland.

Republik Demokratik Kongo dan Aljazair sama-sama lebih besar dari Greenland, tetapi mereka sering terlihat kecil dibandingkan ketika mereka ditampilkan pada peta Mercator, templat umum untuk peta dunia yang mengurangi skala benua.

[Gambas:Instagram]

6. Budaya unik

Hampir 90 persen populasi Greenland berasal dari Inuit. Mereka pemukim awal Greenland tiba paling awal 2500 SM. sampai negara itu secara paksa dijajah oleh pemerintah Denmark pada awal abad ke-18. Dan selama beberapa abad pertama Masehi, Viking berdatangan.

Ekonomi negara itu seputar perburuan di lautan Kutub Utara dan Atlantik Utara, mulai dari daging anjing laut, paus, rusa, atau burung laut.

7. Titik nol perubahan iklim

Selimut es yang mencair di Greenland mengancam hampir setiap kota pesisir di Bumi, dari Miami hingga Cape Town.

Greenland kehilangan 110 juta selimut es seukuran kolam renang Olimpiade setiap tahunnya, menurut sebuah studi 2018 ditemukan.

Menurut laporan CNN pada 2017, air lelehan dari selimut es Greenland yang menyusut adalah "kontributor terbesar saat ini terhadap kenaikan permukaan laut global - dua kali lipat dari Antartika."

Pencairan telah meningkat di Greenland saat suhu naik di Kutub Utara, yang memanas dua kali lebih cepat dari sisa planet ini.

Es yang mencair di laut bahkan bisa membuang gravitasi dan rotasi Bumi yang menentukan bagaimana air lelehan didistribusikan.


[Gambas:Video CNN]

(ard/ard)