Kenali Sindrom Kematian Mendadak pada Bayi

dir, CNN Indonesia | Jumat, 23/08/2019 19:23 WIB
Kenali Sindrom Kematian Mendadak pada Bayi Ilustrasi. Beberapa faktor memengaruhi timbulnya sindrom kematian mendadak pada bayi. (Istockphoto/encrier)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kejadian tak mengenakkan terjadi pada Staycey Costello. Dia mendapati si buah hati, Hugo, sudah tak sadarkan diri di tempat tidurnya.

Mengutip Fox News, Costello menjelaskan, si buah hati sama sekali tak memiliki masalah kesehatan yang mendasari. Biasanya, Hugo ditidurkan di ranjang tepat di samping tempat tidur Castello.

Namun, saat itu, Hugo terbangun dan Costello menyandarkannya di atas bantal untuk tidur bersamanya. "Ketika saya terbangun dari tidur, saya melihat bantal itu [berada] di atas Hugo dengan kondisi tak sadarkan diri," kata Costello.

Hugo dilarikan ke Rumah Sakit Anak Royal Manchester, Inggris. Namun, putranya tak dapat diselamatkan. Hugo dilaporkan menderita kekurangan oksigen dan kerusakan otak setelah serangan jantung.

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan agar bayi tidur di tempat yang sama dengan orang tua. Tapi, dengan permukaan yang terpisah guna mengurangi risiko kematian saat tidur. Artinya, bayi disarankan tidur di kamar yang sama dengan orang tua, namun dengan kasur yang terpisah.

"Orang tua tidak boleh meletakkan bayi di sofa atau kursi, baik sendiri atau tidur dengan orang lain," kata Rachel Moon, penulis laporan tentang sudden infant death syndrome (SIDS) atau sindrom kematian mendadak pada bayi. "Permukaan ini sangat berbahaya," lanjutnya.

Ilustrasi. Tidur satu kasur bersama orang tua dapat meningkatkan risiko sindrom kematian mendadak pada bayi. (Istockphoto/damircudic)
AAP juga merekomendasikan agar bayi ditidurkan dalam posisi telentang dengan permukaan seperti sprei. Penggunaan selimut, bantal, dan mainan yang empuk bahaya bagi bayi berusia empat bulan ke atas.

Selain itu, orang tua dianjurkan untuk memindahkan bayi ke tempat tidur terpisah setelah menyusui. Bayi yang baru lahir hingga usia 4 bulan sangat berisiko terkena SIDS.

Dikutip dari Kidshealth, SIDS merupakan sindrom kematian mendadak pada bayi berusia kurang dari satu tahun. Besar kemungkinan penyebabnya dikaitkan dengan masalah saat tidur.

"Kematian seperti ini [Hugo] memiliki banyak kesamaan dengan kematian mendadak yang terjadi pada bayi. Biasanya, dikaitkan dengan tidur yang tidak aman seperti tidur bersama orang dewasa," kata Moon.

Kendati demikian, Moon melanjutkan, tidur bersama tak selalu menjadi penyebab kematian mendadak pada bayi.

Menukil situs kesehatan MayoClinic, beberapa faktor lain dapat meningkatkan risiko SIDS. Salah satunya adalah tidur tengkurap atau miring. Bayi yang ditempatkan dalam posisi tidur miring kemungkinan akan kesulitan untuk bernapas.

Bayi juga disarankan tidak berbaring di permukaan yang terlalu lembut seperti selimut atau kasur air. Permukaan seperti itu dapat menghalangi jalan napas bayi.

Kondisi suhu kamar yang terlalu panas juga dapat meningkatkan risiko SIDS pada bayi.

SIDS juga dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko saat masa kehamilan. Ibu yang mengandung di bawah usia 20 tahun, merokok, menggunakan narkoba dan alkohol, serta perawatan pralahir yang tidak memadai meningkatkan risiko SIDS.

[Gambas:Video CNN]


(asr)