6 Masalah Kesehatan yang Ditandai oleh Keringat

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 10/11/2019 12:46 WIB
6 Masalah Kesehatan yang Ditandai oleh Keringat Ilustrasi. Lewat keringat, tubuh memberikan informasi penting. (Thinkstock/Koldunov)
Jakarta, CNN Indonesia -- Saat udara panas atau setelah melakukan aktivitas fisik, berkeringat jadi hal wajar. Keringat membantu tubuh melakukan mekanisme pengaturan suhu.

Namun, tanpa disadari, keringat juga bisa menjadi penanda banyak hal. Mulai dari masalah kesehatan atau kesalahan nutrisi yang masuk dalam tubuh.

Berikut informasi masalah kesehatan yang diberikan keringat, melansir Live Strong.

1. Stres
Saat stres, tubuh akan mengeluarkan bau tak sedap akibat keringat. Ini disebabkan oleh bertemunya stres dengan jaringan apokrin.

Apokrin merupakan salah satu kelenjar dalam tubuh yang menghasilkan keringat dengan bau tak sedap. Stres diketahui dapat memicu produksi kelenjar apokrin.

Tarik napas panjang atau bermeditasi sejenak saat Anda merasa stres.

2. Hiperhidrosis
Keringat berlebih pada telapak tangan dan ketiak tanpa penyebab bisa jadi merupakan gejala hiperhidrosis. Kondisi ini membuat tubuh mengeluarkan keringat meski kondisi udara tidak panas.

3. Kadar gula darah rendah
Keringat juga bisa menjadi tanda bahwa kadar gula dalam darah terlalu rendah. Kadar gula darah minimal 70 mg/dl. Dalam kondisi ini, hormon adrenalin terlepas dan membuat tubuh mengeluarkan keringat.

Selain berkeringat, kadar gula darah rendah memunculkan gejala sakit kepala, mual, goyah, lekas marah, dan detak jantung lebih cepat dari biasanya.

4. Tubuh dalam kondisi sehat
Keringat juga bisa menandakan kondisi tubuh yang sehat Sebuah studi pada 2014 menemukan, orang yang sehat secara fisik cenderung lebih banyak berkeringat dibandingkan mereka yang kurang aktif.

5. Dehidrasi
Berkeringat membawa konsekuensi tubuh kehilangan cairan. Sadar tubuh sudah penuh keringat, sebaiknya ganti cairan dengan minum air putih. Ketika cairan pengganti tidak mencukupi, maka tubuh akan mengalami dehidrasi.

Anda bisa mendeteksi dehidrasi dengan cara sederhana seperti memerhatikan warna urine. Jika urine berwarna kuning gelap, maka tubuh benar-benar kekurangan cairan.

6. Tubuh rendah elektrolit
Saat mengeluarkan keringat, tubuh tak hanya kehilangan cairan, tetapi juga elektrolit khususnya sodium, klorida, potasium, magnesium dan kalsium. Jika kepala pening atau terjadi kram otot, maka bisa dipastikan tubuh kehilangan banyak sodium.

Sodium penting untuk mengatur keseimbangan elektrolit dan fungsi tubuh. Jaga kadar sodium tubuh dengan mengonsumsi makanan ringan dengan rasa asin seperti kacang-kacangan sebelum berolahraga. Minuman yang mengandung elektrolit pun disarankan dikonsumsi saat berolahraga dalam waktu lama.

[Gambas:Video CNN]


(els/asr)