Polusi Makin Tebal, Warga India Alami 'Mata Terbakar'

tim, CNN Indonesia | Kamis, 07/11/2019 12:43 WIB
Polusi Makin Tebal, Warga India Alami 'Mata Terbakar' Kabut polusi udara di India semakin tebal (Sajjad HUSSAIN / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ibukota India, New Delhi saat ini tengah diselimuti kabut polusi terburuk selama tiga tahun terakhir. Polusi memang bukan hal yang baru bagi New Delhi, sebelumnya kota ini sudah langganan terkena kabut asap akibat polusi udara setiap musim dingin akibat menumpuknya asap kendaraan, emisi industri, dan asap dari pembakaran pertanian negara tetangga.

Pada Senin (4/11) level air quality index (AQI) di beberapa bagian kota berada di angka 800, level terburuk yang tercatat dalam lebih dari tiga tahun belakangan ini. Karena kabut asap yang semakin mencekik, pemerintah pun mengumumkan keadaan darurat kesehatan di New Delhi.

Sekolah-sekolah ditutup dari Jumat pekan lalu demi untuk menjaga kesehatan anak-anak. Konstruksi di seluruh kota juga dihentikan, dan ratusan penerbangan ditunda karena jarak pandang yang pendek. Selain itu, semakin banyak pula korban yang dilarikan ke rumah sakit akibat terserang berbagai gangguan pernapasan seperti asma dan bronkitis.



 "Ada asap di mana-mana. Orang-orang termasuk pemuda, anak kecil, dan orang tua kesulitan untuk bernapas," ungkap Kepala Menteri Delhi Arvind Kejriwal, melalui unggahan di akun twitter pribadinya dikutip dari AFP.

"Mata seperti terbakar. Polusi seburuk itu."

Siddharth Singh, seorang penduduk Noida yang merupakan kota di pinggiran Delhi mengatakan bahwa udara yang ia hirup berbau seperti daun terbakar.

"Kehidupan di kabut asap sangat aneh," ungkapnya seperti yang dilansir dari CNN.

"Banyak orang menderita batuk kering yang terus-menerus serta mata gatal. Semuanya nampak kabur, sehingga mata tak bisa fokus pada objek di kejauhan. Semua tampak suram."

Polusi udara merupakan kondisi yang perlu diwaspadai karena bisa sangat berbahaya bagi kesehatan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hingga 4,2 juta orang meninggal dunia setiap tahunnya karena paparan polusi udara dan asap.


Hal ini juga memiliki kaitan dengan peningkatan penyakit berbahaya seperti stroke, serangan jantung, diabetes, kanker paru-paru, dan penyakit kronis lainnya.

Saat ini, pemerintah New Delhi telah membagikan masker wajah kepada masyarakat dan memberlakukan larangan bagi sebagian mobil pribadi untuk melintas di jalanan, dengan menerapkan aturan kendaraan ganjil genap. Dengan aturan ini, diharapkan dapat terjadi pengurangan hingga 1,2 juta kendaraan setiap harinya. (aul/chs)