Seniman Suarti dan Edward Hutabarat Diberikan Penghargaan

CNN Indonesia | Minggu, 25/08/2019 19:26 WIB
Seniman Suarti dan Edward Hutabarat Diberikan Penghargaan Seniman Desak Nyoman Suarti dan Edward Hutabarat mendapat penghargaan berkat jasanya selama ini melestarikan warisan budaya Indonesia (CNN Indonesia/Aini Putri Wulandari)
Bali, CNN Indonesia -- Seniman ukir perak dari Bali Desak Nyoman Suarti dan desainer Edward Hutabarat mendapatkan penghargaan atas dedikasinya melestarikan warisan budaya Indonesia.

Penghargaan itu diberikan oleh The Apurva Kempinski Bali bersama Happy Salma selaku penasehat seni The Apurva Kempinski Bali yang juga pemilik produk perhiasan Tulola.

Direktur Marketing The Apurva Kempinski Bali, Danti Yuliandri mengatakan pihak pengelola dan Tulola memilih kedua seniman tersebut karena menganggap keduanya sebagai 'guru' para seniman di Indonesia.


"Suarti adalah ibunya perak yang ada di Bali. Beliaulah yang mencetus, dan juga membuat, dan mengajak orang-orang untuk meng-explore dan mengajak wanita-wanita Bali untuk meng-explore dirinya," jelas Danti di Hotel The Apurva Kempinski, Bali, Minggu (25/8).

Danti lalu menceritakan perjuangan sosok yang baru saja dia berikan penghargaan.

Suarti, lanjutnya, lahir dari keluarga seniman. Namun tidak memiliki banyak kesempatan mengembangkan diri sebagai seniman. Ia lantas pergi ke New York, Amerika Serikat untuk mengemban ilmu seni perak dan emas.

Suarti lalu bertemu dengan ikon fashion di New York yang menganggapnya memiliki potensi dalam menciptakan karya seni. Kemudian, Suarti mulai memproduksi karya perak Bali miliknya.

"Akhirnya di tahun 1990-an balik lagi ke Bali untuk membuat homeware product yang dinamakan Suarti, sekaligus mengajak masyarakat di sekeliling terutama wanita untuk bisa exploring," ujarnya.

Sedangkan untuk Edward, menurut Danti, merupakan salah satu desainer yang memiliki idealisme tinggi untuk melestarikan budaya Indonesia. Danti menganggap tidak banyak seniman di bidang fashion memiliki pemikiran sama seperti Edward.

"Kalau dia mau buat suatu produk atau exhibition itu langsung menuju ke kotanya atau pun ke benar-benar desa untuk tahu bagaimana proses pembuatannya," jelas Danti.

Danti mengatakan pengetahuan Edo terkait Indonesia dan tekstil di Indonesia sangat beragam. Edo bisa memiliki wawasan yang luas dan beragam karena selama ini memang fokus melestarikan kebanggaan warisan budaya.

Hotel The Apurva Kempinski Bali menyelenggarakan perayaan kesenian bertajuk A Celebration of Indonesia's Craftmanship di Amala dan Chimaya Chapel. Perayaan itu akan digelar mulai dari 25 hingga 31 Agustus.

Di hari pertama pameran itu mempertunjukkan seni kain tenun Bali dari CV Tarum Bali dan kesenian pahat kawat. Hanya di hari pertama, pop-up store dari Tulola juga dibuka.

Selain itu, pameran berbagai macam kesenian lain akan dilaksanakan hingga akhir Agustus.

Danti menjelaskan perayaan itu dilakukan atas kerja sama antara The Apurva Kempinski dan Happy Salma karena memiliki tujuan yang sama, yakni melestarikan budaya Indonesia dengan berbagai macam instalasi seni dan arsitektur hotel tersebut serta karya-karya seni Tulola.

"Kita kerjasama dalam hal bagaimana membawa seni Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi," kata dia.

[Gambas:Video CNN] (ani)