Cekrak-Cekrek With OPPO

Belajar Fotografi Minim Cahaya di Pulau Dewata

Mohammad Safir Makki, CNN Indonesia | Jumat, 22/02/2019 12:56 WIB
Belajar Fotografi Minim Cahaya di Pulau Dewata Para peserta workshop fotografi Cekrak-cekrek ketika mengikuti Bali Photo Hunting pada 15 Februari lalu. (CNN Indonesia/Artho Viando)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bali dengan segala keindahan alam, budaya, dan tempat wisata rupanya tak bisa jauh dari Cekrak-Cekrek, kelas fotografi yang digelar CNNIndonesia.com. Setelah menggelar workshop ketiga pada November lalu di sana, Pulau Dewata lagi-lagi jadi pilihan kami untuk mengadakan kelas.

Dengan OPPO sebagai sponsor, kami memberangkatkan 10 peserta untuk mengikuti workshop dan hunting foto selama 3 hari 2 malam pada 14-16 Februari 2019. Para peserta terpilih berasal dari kota Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali.

Sebelum bebruru foto di hari pertama, seluruh peserta mendapatkan pembekalan tentang teknik fotografi saat kondisi minim cahaya atau low light photography oleh Safir Makki (CNN Indonesia.com), subjek Human Interest oleh Prasetyo Utomo (Kantor Berita Foto Antara), dan pengenalan fitur-fitur kamera smartphone OPPO R17 Pro oleh Aryo Meidianto (PR Manager OPPO Indonesia) di Ballroom Hotel Bedrock, Kuta Bali.

Hunting foto kali ini penuh tantangan. Para peserta yang terbiasa memotret menggunakan kamera, kini bersenjatakan ponsel. Dalam hunting kali ini, masing-masing peserta memang dibekali smartphone OPPO R17 Pro.


Uluwatu menjadi tujuan pertama bagi peserta menjajal kamera OPPO R17 Pro di hari pertama dengan obyek utama pertunjukan Tari Kecak dengan latar langit senja. Momen ini teramat pas diabadikan dan dieksplorasi, terutama karena workshop kali ini mengusung konsep low light photography.

[Gambas:Video CNN]

Usai memotret pertunjukan tari kecak, peserta diajak makan malam bersama di sebuah kafe di kawasan Nusa Dua sekaligus memotret aksi bartender meracik minuman menggunakan api. Momen yang menarik ini pun kembali menjadi buruan foto para peserta.

Waktu istirahat yang sedikit dan jadwal padat tak menyurutkan semangat peserta. Bahkan sebelum sinar matahari belum menjamah Bali para peserta sudah bangun pagi-pagi untuk berangkat menuju Desa Panglipuran yang berjarak tempuh 1,5 jam dari Kuta.

Di sana peserta diajak mengeksplorasi kawasan desa adat untuk memotret human interest serta memotret model. Cuaca yang sangat mendukung pagi itu menyempurnakan semangat dan kreatifitas peserta.
[hold] hasil cekrak-cekrekPeserta workshop fotografi Cekrak-cekrek berfoto bersama. (CNN Indonesia/Artho Viando)

Puas memotret di Desa Panglipuran, peserta kemudian beranjak ke Pasar Seni Ubud dengan segala keragaman, aneka warna dan karakter cahaya. Pasar Seni Ubud sendiri merupakan spot fotografi wajib pagi pehobi fotografi saat bertandang ke Ubud.

Meski tak lama berada di sana, para peserta menghasilkan foto-foto yang bagus dan berbeda dari segi teknis maupun isi cerita.

Tak sampai di situ saja, Museum Antonio Blanco juga masuk ke dalam daftar kunjungan peserta untuk menikmati karya seni rupa dan memotret aktifitas karyawan museum. Keasrian taman museum menjadi kawan beristirahat sebelum peserta kembali ke Kuta dan menyelesaikan tantangan terakhir memotret model saat senja.

Pantai Kuta tentu salah satu spot menikmati matahari tenggelam di Bali. Cahaya kuning keemasan dengan siluet pengunjung sering kali menjadi obyek foto yang tak mungkin dilewatkan oleh pegiat fotografi. Tentu saja suasana ini sangat pas dengan kondisi low light yang harus ditaklukkan peserta Cekrak-Cekrek.

Sepanjang penyelenggaraan workshop, peserta mengunggah karya mereka di akun media sosial Instagram. Peserta juga kemudian menyetorkan lima foto terbaik mereka ke panitia untuk memperebutkan hadiah dua smartphone OPPO R17 Pro.

Dewan juri terdiri atas Safir Makki, Prasetyo Utomo dan Aryo Meidianto kemudian memutuskan dua foto terbaik untuk mendapatkan smartphone OPPO R17 Pro dengan kritieria penilaian: kreatifitas, teknis dan cerita, serta penguasaan dan pemaksimalan fitur kamera OPPO R17 Pro.

Karya Albertus Adi Setyo dari Jakarta dan Kusnadi Mungkul dari Bandung menjadi dua foto terbaik pilihan dewan juri.

[hold] hasil cekrak-cekrekFoto: KUSNADI MUNGKUL

Kusnadi, mendapatkan posisi yang pas saat memotret aksi bartender menyemburkan api dari botol minuman. Dalam kondisi minim cahaya, ia memanfaatkan fitur auto exposure lock kamera ponsel OPPO R17 Pro saat mengantisipasi cahaya yang tidak beraturan. Highlight pada wajah masih terkontrol, dan detail bagian yang gelap masih terlihat.


[hold] hasil cekrak-cekrekFoto: Albertus Adi Setyo

Albertus, merekam momen wisatawan yang menikmati Pantai Kuta saat sore hari. Karya fotonya cukup kuat. Ia menghadirkan beberapa layer aktifitas pengunjung pantai dengan obyek utama pengunjung yang sedang tidur di pasir.

Secara teknis, komposisi yang ia buat sangat rapi dengan kehati-hatian eksekusi. Gambarnya juga memiliki tone warna yang terkontrol, dengan detail yang terekam sempurna. Foto ini begitu kuat dan sangat mewakili keseharian di Pantai Kuta Bali.

Simak karya para peserta Cekrak-Cekrek With OPPO di galeri foto berikut: Memburu Cahaya Pulau Dewata (vws)