Ada 'Pantai Surgawi' di Kawasan Pabrik Kimia Italia

CNN Indonesia | Selasa, 27/08/2019 18:35 WIB
Ada 'Pantai Surgawi' di Kawasan Pabrik Kimia Italia Pantai di Tuscany, Italia. (VINCENZO PINTO / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pantai Rosignano Solvay yang berair jernih kebiruan dan berpasir putih menjadi salah satu destinasi wisata musim panas yang populer bagi masyarakat dan turis di Tuscany, Italia.

Banyak yang menyadari bahwa pantai surga itu berada dekat pabrik kimia. Sejak lama terjadi kekhawatiran akan limbah kimia dari pabrik yang mencemari Pantai Rosignano Solvay.

"Saya mengetahuinya dari Google Maps," kata turis asal Belanda, Lieuya, yang melakukan perjalanan bersama keluarganya ke pantai yang disebutnya mirip Karibia itu.


"Saya diberitahu itu tidak berbahaya, bahwa warnanya berasal dari pabrik soda di sebelah," katanya kepada AFP.


Beberapa ahli lingkungan mengatakan kalau fenomena air kebiruan disebabkan oleh limbah logam berat dari pabrik yang berada tak jauh dari pantai.

Pantai, sepanjang sekitar empat kilometer, dinamai dari nama pabrik yang memproduksi abu soda untuk membuat gelas serta natrium bikarbonat atau soda kue.

Pengelola pabrik dengan keras menyangkal telah mencemari garis pantai di sekitarnya.

Wisatawan yang berenang atau duduk di kursi pantai untuk makan siang tidak khawatir tentang perbedaan yang mencolok antara perairan di pantai Rosignano Solvay dan yang ada di dekat Pantai Monte alla Rena.

"Setiap kali saya datang ke sini, saya berpikir bahwa jika berenang saja diizinkan oleh otoritas lokal, regional dan nasional, maka kita dapat mempercayai mereka yang mengatakan bahwa airnya bersih," kata seorang guru asal Italia, Marina, yang menolak untuk memberikan nama belakangnya.

Pemberitahuan dari badan perlindungan lingkungan regional Arpat di pintu masuk pantai bahkan mengatakan bahwa kualitas air di Pantai Rosignano Solvay dalam level "luar biasa".

Larangan berenang tetap ada di area tertentu pantai ini, tetapi itu karena kehadiran arus kuat yang dapat menenggelamkan turis.

Setelah pabrik dibuka, muncul kota Rosignano Solvay sebagai pemukiman pekerja dan keluarganya.

Saat ini, raksasa kimia itu beroperasi di 61 negara dan memiliki sekitar 24.500 karyawan.


Refleksi langit

"Solvay seperti seorang ibu di daerah Tuscany ini. Kami menyebutnya 'mamma'," Leonardo Martinelli, seorang jurnalis yang lahir di kota itu dan yang ibunya bekerja di Solvay selama setengah abad, mengatakan kepada AFP.

Industrialis Belgia, Ernest Solvay, pendiri pabrik, "menjamin kesejahteraan dengan membuka sekolah, rumah sakit, dan teater," katanya.

Pabrik telah memastikan "tingkat pengangguran bisa ditekan," tambahnya.

Direktur industri perusahaan tersebut, Davide Papavero mengatakan kepada AFP bahwa perusahaannya "menghormati semua aturan untuk industri yang berisiko tinggi".

"Pabrik itu ... hanya membuang endapan bubuk batu kapur, zat yang tidak berbahaya dan aman bagi lingkungan, dan juga mempengaruhi warna putih pasir," katanya.

Warna biru air disebabkan oleh pantulan langit terhadap dasar laut yang putih, tambah Papavero.

Walikota setempat, Daniele Donati, juga menegaskan kegiatan pabrik "tidak menimbulkan masalah kesehatan".

Tetapi Maurizio Marchi, dari asosiasi kesehatan Medicina Democratica Italia, mengatakan bahwa kehadiran pabrik itu tetap memberikan dampak buruk.

"Kenyataannya adalah bahwa selama seabad, tempat ini telah menjadi tempat pembuangan akhir Solvay, sebuah TPA industri," dia bersikeras.

Para pemerhati lingkungan juga menyoroti eksploitasi bukit kapur di dekat San Vincenzo.

Manolo Morandini, seorang jurnalis harian lokal Il Tirreno yang telah banyak menulis tentang masalah ini, mengatakan kekhawatiran Marchi pernah ramai diperbincangkan, tetapi kini tidak lagi.

"Pada 1980-an itu memang pantai beracun. Tapi siklus produksi yang menggunakan merkuri dan logam berat telah berubah," katanya.

Dia mengatakan pantai putih yang terkenal itu tidak lebih dari sebuah konstruksi "buatan" bak pantai yang menawarkan sepotong surga bagi para wisatawan.

(AFP/ard)