Demo dan Kontroversi Hong Kong, Chanel Dikabarkan Batal Show

tim, CNN Indonesia | Kamis, 05/09/2019 17:23 WIB
Demo dan Kontroversi Hong Kong, Chanel Dikabarkan Batal Show Demo anti-pemerintah dan juga kontroversi label fashion mewah tentang Hong Kong dan China membuat tiga acara fashion dan seni dunia dibatalkan. (REUTERS/Gonzalo Fuentes)
Jakarta, CNN Indonesia -- Demonstrasi dan protes anti-pemerintah masih mewarnai Hong Kong. Gejolak-gejolak ricuh masih terus membayangi setiap detik di kota Hong Kong. Faktor keamanan diri pun jadi pertimbangan utama tiap hari.

Hal ini juga akhirnya membuat tiga dari acara mode terbesar di kalender fashion Hong Kong harus dibatalkan. Acara ini termasuk dengan acara fashion show mewah dari rumah mode Chanel.

Menurut sumber South China Morning Post yang dekat dengan Chanel, acara fashion Chanel cruise show 2020 yang dijadwalkan berlangsung di terminal kapar pesiar Kai Tk pada 6 November mendatang sudah dibatalkan. Hanya saja, seorang juru bicara Chanel mengatakan bahwa mereka belum mengambil keputusan akhir.


Selain Chanel, ajang fashion dan seni lainnya Tatler Ball dan juga acara pembukaan mall seni K11 Musea di Kowloon yang akan berlangsung pada November juga membatalkan acaranya.


'Tren' pembatalan ajang fashion ini pun juga merembet sampai ke tahun-tahun mendatang, membuat berbagai label lainnya ikut juga membatalkan acaranya.

Sekalipun masa demo anti-pemerintah ini sudah tenang, namun rumah mode mewah juga masih harus memperhitungkan konsumen dari China. Yang jadi masalah, konsumen China dalam beberapa pekan terakhir menyerukan boikot terhadap merek yang menuliskan Hong Kong dan Taiwan sebagai negara terpisah dari China. Salah satunya adalah label fashion mewah Versace, Givenchy, dan Coach. Hal ini dianggap sudah menyinggung warga China.

ilustrasi demo anti pemerintah di Hong KongFoto: (AP Photo/Vincent Yu)
ilustrasi demo anti pemerintah di Hong Kong

Sekalipun bukan lagi urusan demo Hong Kong, namun situasi 'panas' di dunia fashion tentang 'salah tulis' negara berdampak membuat para influencer dan selebriti China ogah hadir jika acara ini tetap digelar dalam waktu dekat.


Berdasarkan direktur humas yang berbasis di antara Hong Kong dan China daratan, label produk harus ekstra hati-hati ketika ingin menggelar event besar di Hong Kong, terutama bagi brand global yang bertujuan ingin menggaet media, influencer, dan selebriti China. (chs)