Kenali Perbedaan Pilek Alergi dan Pilek Infeksi

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 17/09/2019 08:04 WIB
Kenali Perbedaan Pilek Alergi dan Pilek Infeksi Ilustrasi. Warna lendir dapat membedakan antara pilek alergi dan pilek infeksi. (Foto: Istockphoto/Cecilie_Arcurs)
Jakarta, CNN Indonesia -- Flu bisa menjadi penyakit yang mudah menular dan terjadi sepanjang tahun. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mencatat, orang dewasa umumnya terjangkit flu 2-3 kali dalam setahun, anak-anak bisa terserang flu hingga 8 kali dalam setahun, terlebih bila mereka sudah masuk sekolah.

Pilek bisa menjadi gejala flu yang paling umum. Namun, tak sedikit orang yang mengetahui perbedaan pilek akibat infeksi dan pilek akibat alergi. Padahal, penanganan serta pilihan obat untuk keduanya sangat berbeda.

Pilek karena infeksi disebabkan oleh jenis bakteri atau virus yang menyerang saluran pernafasan. Sedangkan pilek karena alergi disebabkan oleh paparan alergen, seperti udara dingin, debu, hewan, serbuk sari, hingga riwayat alergi dalam keluarga.



Melansir The Healthy, berikut perbedaan pilek akibat infeksi virus dan bakteri dengan pilek akibat alergi.

Pilek disertai hidung gatal: alergi
Mata,hidung, telinga, kulit, atau tenggorokan yang gatal berhubungan dengan alergi. Ketika sel-sel alergi diaktifkan, maka tubuh akan mengeluarkan senyawa histamin yang menyebabkan rasa gatal, papar Amy Shah, MD, ahli alergi di Arizona.

Pilek di waktu tertentu: alergi
Alergi terjadi bila seseorang terkena alergen, sehingga alergi biasanya terjadi di saat-saat tertentu, seperti di pagi hari, saat terpapar bulu hewan, atau serbuk sari tanaman. Dengan kata lain, bila pilek terjadi hanya saat pagi atau malam, tandanya pilek disebabkan karena alergi.

Pilek disertai radang tenggorokan: infeksi
Jika pilek disertai dengan tenggorokan yang radang, terasa panas dan sakit kala menelan, tandanya sudah ada infeksi virus atau bakteri. Virus dapat menyebar ke seluruh sistem pernafasan termasuk tenggorokan dan menyebabkan rasa sakit.

Pilek berwarna hijau: infeksi
Selain radang tenggorokan, pilek akibat infeksi virus atau bakteri secara jelas ditandai dengan lendir pilek yang berwarna kuning atau hijau. Sedangkan pada kasus alergi, pilek umumnya cair dan berwarna bening.

Pilek disertai demam: infeksi
Hampir semua kasus alergi tidak berhubungan dengan demam, kata Matthew Mintz, MD, seorang internis di Bethesda, Maryland. Demam merupakan respon tubuh dalam melawan infeksi, dengan cara meningkatkan suhu demi membunuh virus.


Pilek disertai sakit otot: infeksi
Selain demam, flu akibat infeksi virus kerap diikuti dengan sakit kepada serta otot pegal. Otot yang pegal berasal dari sel-sel radang yang sedang menyerang infeksi. Radang sendiri, baik radang tenggorokan atau sendi, merupakan bagian dari sistem imun tubuh untuk melawan infeksi virus.

Pilek disertai batuk: infeksi
Batuk merupakan salah satu gejala infeksi yang paling jelas, terutama bila batuk disertai dengan lendir. Namun, bila batuk hanya terjadi di pagi hari saja, atau malam hari saja, sedangkan di siang hari batuk menghilang, kemungkinan bisa saja disebabkan oleh alergi, kata Ian Tong, MD, kepala petugas medis di Doctor On Demam.

[Gambas:Video CNN] (ayk/ayk)