Batuk dan Pilek Sebabkan Congek pada Anak

CNN Indonesia | Senin, 25/03/2019 08:19 WIB
Batuk dan Pilek Sebabkan Congek pada Anak Ilustrasi anak (dagon_/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jangan abaikan batuk dan pilek yang menyerang anak. Bila dibiarkan, batuk dan pilek itu dapat berujung pada gangguan pendengaran atau yang biasa dikenal dengan congek.

Istilah kedokteran mengenal congek dengan otitis media akut (OMA) atau infeksi akut pada telinga tengah yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Penyakit ini biasanya diawali batuk pilek/ISPA dan dapat menyerang siapa saja. Namun, lebih rawan pada anak-anak.

"Lebih rawan pada anak-anak, terutama balita, karena struktur telinganya lebih mudah dimasuki kuman dari hidung," kata spesialis THT, dr Hably Warganegara dalam diskusi media Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, beberapa waktu lalu.


Hably menyebut, faktor risiko congek yakni usia bayi dan anak, pilek berulang, makanan pedas dan minuman dingin, sistem imun rendah, serta pembesaran adenoid.

Hably menjelaskan congek yang biasanya diawali batuk dan pilek pada anak membuat saluran hidung tersumbat. Saluran yang tertahan itu dapat masuk ke saluran telinga dan mengalami penyempitan.

Cairan itu bergerak ke gendang telinga hingga telinga bagian luar. Alhasil, cairan itu akan bercucuran dari telinga. Gejala ini juga diikuti dengan rasa penuh dan nyeri pada telinga.

Jika dibiarkan lebih dari satu bulan, Hably menyebut, gendang telinga dapat berlubang atau bolong permanen. Bila sudah lebih dari dua bulan, OMA berkembang menjadi otitis media supuratif kronis (OMSK). Segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan berupa obat-obatan, antibiotik, atau operasi hingga gendang telinga menutup kembali dan tak lagi mengeluarkan cairan.

Hably menyarankan orang tua untuk segera mengobati batuk dan pilek pada anak. Bila anak sulit buang ingus, orang tua dapat mencoba alternatif lain dengan menggunakan semprot hidung. (ptj/asr)