Istilah kedokteran mengenal congek dengan otitis media akut (OMA) atau infeksi akut pada telinga tengah yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Penyakit ini biasanya diawali batuk pilek/ISPA dan dapat menyerang siapa saja. Namun, lebih rawan pada anak-anak.
"Lebih rawan pada anak-anak, terutama balita, karena struktur telinganya lebih mudah dimasuki kuman dari hidung," kata spesialis THT, dr Hably Warganegara dalam diskusi media Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cairan itu bergerak ke gendang telinga hingga telinga bagian luar. Alhasil, cairan itu akan bercucuran dari telinga. Gejala ini juga diikuti dengan rasa penuh dan nyeri pada telinga.
Jika dibiarkan lebih dari satu bulan, Hably menyebut, gendang telinga dapat berlubang atau bolong permanen. Bila sudah lebih dari dua bulan, OMA berkembang menjadi otitis media supuratif kronis (OMSK). Segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan berupa obat-obatan, antibiotik, atau operasi hingga gendang telinga menutup kembali dan tak lagi mengeluarkan cairan.
Hably menyarankan orang tua untuk segera mengobati batuk dan pilek pada anak. Bila anak sulit buang ingus, orang tua dapat mencoba alternatif lain dengan menggunakan semprot hidung. (ptj/asr)