WHO: Tiap Detik Ada Satu Orang Tewas Bunuh Diri di Dunia

CNN Indonesia | Selasa, 10/09/2019 05:40 WIB
WHO: Tiap Detik Ada Satu Orang Tewas Bunuh Diri di Dunia Ilustrasi (AP Photo/David Goldman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan setiap detik terdapat satu orang yang melakukan bunuh diri di seluruh dunia. Angka orang yang kehilangan nyawa akibat bunuh diri bahkan lebih parah dibanding jumlah orang yang terbunuh dalam perang. Total terdapat 800 ribu orang yang tercatat melakukan bunuh diri tiap tahunnya.

"Bunuh diri adalah masalah kesehatan masyarakat global. Seluruh usia, jenis kelamin dan wilayah dunia terpengaruh (dan) setiap kehilangan adalah satu terlalu banyak," kata laporan WHO, seperti  dikutip Reuters

Untuk itu WHO akan mendesak pembuat film dan televisi agar kasus bunuh diri bisa ditampilkan lebih baik. Sebab menurut WHO, kasus bunuh diri bisa menimbulkan gejala "ikut-ikutan" pada orang yang menyaksikan kasus tersebut.


"Praktek pelaporan media yang tidak benar bisa membuat kasus bunuh diri menjadi sesnasional dan di besar-besaran dan meningkatkan resiko penjiplakan (aksi bunuh diri) di antara orang-orang yang rapuh," jelas laporan itu.

Bunuh diri adalah penyebab utama kedua kematian di kalangan pemuda yang berusia antara 15 dan 29 tahun, setelah kecelakaan di jalan, dan di kalangan remaja putri yang berusia 15 sampai 19 tahun itu adalah pembunuh terbesar kedua setelah saat kelahiran. Pada remaja lelaki, bunuh diri menempati posisi ketiga di belakang luka di jalan dan kekerasan antar-manusia.

Dalam beberapa tahun belakangan, angka bunuh diri global telah turun. Antara 2010-2016 angka ini turun 9,8 persen. Namun angka ini cenderung naik di wilayah Amerika, yang naik sampai 6 persen pada 2010-2016.

Laporan tersebut juga menyebut di negara kaya, angka bunuh diri laki-laki lebih tinggi tiga kali dibandingkan perempuan. Sedangkan di negara yang berpenghasilan rendah dan menengah, angka keduanya sama.

"Bunuh diri bisa dicegah," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. "Kami menyerukan kepada semua negara agar menggabungkan strategi pencegahan bunuh diri yang terbukti menjadi program pendidikan dan kesehatan nasional."

WHO mengatakan pembatasan akses ke pestisida adalah salah satu cara paling efektif dalam mengurangi angka bunuh diri dengan cepat.

Pestisida paling umum digunakan dan biasanya mengakibatkan kematian sebab zat itu sangat beracun, tidak memiliki penangkal, dan sering digunakan di daerah terpencil tempat tak ada bantuan medis yang berada di dekatnya.

WHO menunjuk kepada studi di Sri Lanka, tempat larangan atas pestisida telah membawa kepada penurunan 70 persen angka bunuh diri dan memperkirakan 93.000 nyawa diselamatkan antara 1995 dan 2015.

[Gambas:Video CNN]

Masalah depresi jangan dianggap enteng. Jika Anda pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau mengenal orang-orang dalam kondisi itu, Anda disarankan menghubungi pihak yang bisa membantu, misalnya saja Komunitas Save Yourselves https://www.instagram.com/saveyourselves.id, Yayasan Sehat Mental Indonesia melalui akun Line @konseling.online, atau Tim Pijar Psikologi https://pijarpsikologi.org/konsulgratis. (Reuters/eks)