WHO: Mikroplastik dalam Air Minum Belum Begitu Berbahaya

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 23/08/2019 05:46 WIB
WHO: Mikroplastik dalam Air Minum Belum Begitu Berbahaya Ilustrasi. WHO menemukan paparan mikroplastik dalam air minum untuk kesehatan manusia belum begitu berbahaya. (Hyrma/Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa tingkat mikroplastik dalam air minum belum begitu berbahaya bagi kesehatan manusia saat ini. Kendati demikian, WHO tetap menyerukan adanya penelitian lebih lanjut terkait potensi risiko di masa mendatang.

WHO mengeluarkan laporan pertamanya tentang dampak mikroplastik terhadap kesehatan manusia. Secara spesifik, WHO meneliti dampak paparan mikroplastik dalam air keran dan kemasan.

"Untuk meyakinkan konsumen air minum di dunia, kami menyampaikan bahwa berdasarkan penelitian ini, kami menemukan risiko mikroplastik dalam air minum adalah rendah," ujar Koordinator Air dan Sanitasi WHO, Bruce Gordon, melansir AFP.

Kendati minim risiko, WHO tetap merekomendasikan beberapa langkah yang bisa diambil untuk mencegah dampak mikroplastik terhadap kesehatan manusia.

"Langkah-langkah harus diambil oleh pembuat kebijakan dan masyarakat untuk mengelola plastik dengan lebih baik. Masyarakat juga perlu mengurangi penggunaan plastik jika memungkinkan," ujar Gordon.

WHO mengatakan bahwa data mengenai keberadaan mikroplastik dalam air minum yang tersedia saat ini sangat terbatas. Tak banyak studi yang meneliti hal tersebut. Hal itu membuat pihaknya kesulitan untuk menganalisis hasilnya.

WHO meminta para peneliti untuk melakukan evaluasi lebih mendalam tentang dampak potensial plastik terhadap kesehatan manusia. WHO juga mendesak penekanan angka polusi sampah plastik untuk lingkungan yang lestari.

"Kami sangat perlu mengetahui lebih banyak tentang dampak kesehatan dari mikroplastik, karena mereka ada di mana-mana," ujar Direktur Departemen Kesehatan Masyarakat WHO, Maria Neira.

Laporan ini juga mengingatkan adanya bahaya lain yang bisa muncul di masa depan. Jika emisi plastik di lingkungan terus meningkat, mikroplastik dapat menghadirkan risiko yang lebih luas untuk ekosistem air dalam satu abad. Yang pada gilirannya, dapat berbahaya bagi kesehatan manusia.

[Gambas:Video CNN]


(asr/asr)