Studi yang diterbitkan dalam British Journal of Psychiatry ini diklaim sebagai penelitian pertama yang mencari keterkaitan antara stres saat hamil dan perkembangan gangguan kepribadian anak.
Peneliti dari Royal College of Surgeon di Irlandia dan Finnish National Institute for Health and Welfare memeriksa sebanyak lebih dari 3ribu wanita di Helsinki, Finlandia. Partisipan diminta untuk mengisi kuesioner berkaitan dengan kondisi kesehatan mental selama hamil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kehamilan bisa membuat seorang ibu merasa stres. Studi menunjukkan pentingnya dukungan kesehatan mental di masa kehamilan," ujar tim peneliti Trudi Seneviratne, mengutip The Independent.
Gangguan kepribadian merupakan kondisi di mana penderita memiliki pola pikir dan perilaku yang tidak sehat. Penderita juga sulit merasakan, memahami, dan berinteraksi dengan orang lain.
Namun, studi tidak melibatkan faktor yang bisa memengaruhi perkembangan stres seperti latar belakang kondisi keuangan, cara mendidik anak, dan pengalaman pelecehan seksual.
"Riset lanjutan jelas diperlukan untuk membuktikan hubungan sebab-akibat antara kondisi stres saat hamil dengan gangguan kepribadian anak," ujar pemimpin studi, Ross Branningan.
[Gambas:Video CNN] (els/asr)