Orang Pendek Rawan Terkena Diabetes Tipe-2

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 20/09/2019 18:04 WIB
Orang Pendek Rawan Terkena Diabetes Tipe-2 Ilustrasi. Orang bertubuh pendek lebih berisiko terkena diabetes tipe-2. (CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tinggi badan ditemukan berkaitan dengan risiko penyakit. Penelitian teranyar menunjukkan, orang bertubuh pendek berisiko terhadap penyakit diabetes tipe-2.

Hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal Diabetologia ini didapat setelah peneliti mengamati lebih dari 2.500 laki-laki dan perempuan paruh baya di Jerman. Setelah menyesuaikan usia, gaya hidup, pendidikan, dan lingkar pinggang, peneliti menyimpulkan orang dengan badan yang lebih tinggi memiliki risiko diabetes yang lebih rendah.

Tinggi partisipan yang dianalisis berkisar 169,7 cm hingga 180,3 cm untuk laki-laki dan 157,8 cm hingga 168,1 cm untuk perempuan.

Studi ini menemukan bahwa risiko diabetes lebih rendah 30 persen setiap perbedaan tinggi 10 cm.

Peneliti Mattias Schulze menjelaskan kepada CNN melalui surel bahwa hubungan tinggi badan dengan risiko diabetes berasal dari kadar lemak hati dan faktor risiko lainnya lainnya. Orang yang lebih tinggi memiliki kadar lemak hati yang lebih rendah sehingga mengurangi faktor risiko diabetes.

Studi ini menyarankan agar orang bertubuh pendek memonitor kesehatannya, utamanya yang terkait dengan diabetes dan penyakit kardiovaskular lain. Pasalnya, lemak hati berkontribusi tinggi pada dua penyakit tersebut.

Meski diketahui lebih berisiko, bukan berarti orang bertubuh pendek secara otomatis berpikir bahwa mereka ditakdirkan memiliki diabetes dan sebaliknya bagi orang bertubuh tinggi. Ada banyak faktor risiko lain yang memengaruhi seseorang terkena diabetes tipe-2.

"Saat memeriksakan kondisi kesehatan apa pun, tak hanya satu faktor risiko yang patut dipertimbangkan," ujar ahli kesehatan Gail Melkus.

Mengetahui faktor risiko penyakit lebih penting demi tindakan pencegahan sesegera mungkin.

[Gambas:Video CNN]


(ptj/asr)