7 Penyebab Obesitas pada Anak, Stroller Hingga Hobi ke Mal

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 11/09/2019 14:29 WIB
7 Penyebab Obesitas pada Anak, Stroller Hingga Hobi ke Mal Ilustrasi. Nonton lebih dari dua jam sehari membuat anak kurang gerak sehingga berisiko kegemukan. (Foto: Istockphoto/LDProd)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bayi gemuk memang terlihat lucu dan menggemaskan. Sayangnya, studi mengungkap bahwa bayi yang tumbuh gemuk memiliki risiko besar alami obesitas saat beranjak dewasa dan terkait dengan sejumlah masalah kesehatan, seperti diabetes hingga penyakit jantung.

Ada sejumlah alasan yang menjadi penyebab obesitas pada anak. Melansir CBSNews, sebuah studi dari Institute of Medicine memaparkan, alasan anak tumbuh terlalu gemuk ternyata tidak semata-mata karena makanan. Melainkan prilaku keliru yang dilakukan para orang tua.

Studi tersebut menunjukkan bahwa terlalu banyak orangtua yang membuat kesalahan sehingga anaknya menjadi obesitas dan berisiko tinggi terkena penyakit berbahaya. Berikut 8 kesalahan orang tua penyebab obesitas pada anak.



1. Duduk di stroller

Duduk di kereta dorong cenderung membuat anak lebih 'anteng' kala bepergian. Namun, kebiasaan duduk di kereta dorong dapat membuat anak malas untuk bergerak dan akhirnya berisiko alami obesitas. Padahal, anak-anak butuh diberi kesempatan untuk melakukan aktivitas fisik, seperti berjalan, melompat, dan berlari demi tumbuh kembang yang sehat.

2. Minum susu 'botol' sambil tidur

Bayi bisa terbangun beberapa kali di tengah malam. Memberikan susu formula dalam botol banyak diandalkan sejumlah orang tua agar bayi kenyang dan kembali tidur. Sayangnya, memberikan susu formula di tengah malam diyakini sejumlah dokter dapat memicu obesitas pada anak, kecuali susu yang diberikan adalah ASI.

3. Nonton

Tak hanya duduk diam yang membuat anak berisiko kegemukan akibat nonton televisi atau video di gawai lebih dari dua jam sehari. Faktor utama yang membuat tontonan menjadi penyebab obesitas pada anak ialah adanya tayangan iklan makanan, seperti iklan restoran cepat saji, permen, hingga produk makanan olahan. Sedangkan anak sangat mudah tergoda untuk mencoba semuanya.

4. Membiarkan anak memilih makanan

Asal anak mau makan, menjadi alasan orang tua cukup longgar dalam menentukan makan anak. Padahal, anak-anak lebih cenderung memilih menu yang 'enak' walau tidak sehat. Untuk itu, orang tua perlu mengatur menu anak, setidaknya pastikan anak mengonsumsi buah dan sayur setidaknya 2 porsi dalam sehari.

5. Hobi ke mal

Akhir pekan yang lebih banyak dihabiskan ke mal, cenderung membuat orang tua membiarkan anak untuk duduk di stroller dan makan di restoran dengan menu kurang sehat. Padahal, kegiatan ini dapat membuat anak kurang gerak, yang menjadi salah satu pemicu obesitas dini. Untuk itu, orang tua perlu mengajak anak mengunjungi taman bermain, kolam renang, atau tempat rekreasi ramah anak lainnya.


6. Lalai ukur berat badan

Anak-anak usia 1-5 tahun perlu dihitung berat dan tinggi badannya setiap bulan. Seorang anak yang mengalami kenaikan berat badan dengan cepat, atau yang memiliki Indeks Masa Tubuh (IMT) di atas persentil delapan puluh lima, sangat mungkin berisiko mengalami obesitas di kemudian hari.

7. Kurang tidur

Studi menyebut, kurang tidur dapat memicu keinginan anak untuk makan tidak sehat, seperti makanan tinggi garam, gula, dan lemak. Sehingga berpotensi menjadi penyebab obesitas pada anak. Untuk itu, orang tua perlu memastikan anak tidur cukup. Bayi di bawah usia tiga bulan harus mendapatkan waktu tidur 10,5 hingga 18 jam sehari. Bayi usia 3-12 bulan perlu 9-12 jam tidur. Balita berusia 1-3 tahun harus mendapatkan tidur 12-14 jam sehari. Sedangkan anak-anak berusia 3-5 tahun harus mendapatkan 11-13 jam sehari.

[Gambas:Video CNN] (ayk/ayk)