7 Cara Agar Rumah Aman dari Bahaya Kabut Asap

Tim, CNN Indonesia | Senin, 16/09/2019 11:59 WIB
7 Cara Agar Rumah Aman dari Bahaya Kabut Asap Sumatera Selatan Terkepung Asap. (Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat membawa dampak besar terutama di bidang pendidikan dan kesehatan. Pemkot Singkawang terpaksa meliburkan kegiatan belajar mengajar pada Senin (16/9) hingga Rabu (18/9) akibat kabut asap pekat.

Di Pekanbaru, libur sekolah diperpanjang selama dua hari yakni Senin (16/9) hingga Selasa (17/9). Sebelumnya libur sekolah sudah diberlakukan sejak Selasa (10/9).

Meski aktivitas belajar mengajar libur sejenak, bukan berarti orang bebas dari paparan asap. Selain mengurangi aktivitas di luar rumah, Anda pun perlu mengambil langkah agar rumah bebas dari bahaya paparan asap.



1. Tutup pintu dan jendela

Melansir dari Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan Ri, langkah awal ialah memastikan semua pintu dan jendela dalam kondisi tertutup. Kabut asap bisa membawa partikel berbahaya lewat udara yang masuk lewat saluran napas.

2. Tutup celah dengan kain basah

Meski pintu, jendela serta ventilasi sudah tertutup, cek kembali jika terdapat celah atau retakan pada sekitar pintu dan jendela. Asap bisa masuk meski celah berukuran sangat kecil dan sempit. Letakkan kain basah pada celah pintu maupun jendela. Kain basah mampu menyaring udara yang masuk.

3. Nyalakan AC, kipas angin, atau gunakan tirai basah

Selain membuat udara di ruang yang tertutup menjadi lebih nyaman, menyalakan AC atau kipas angin dapat menjaga sirkulasi udara. Jika tidak memiliki AC atau kipas angin, manfaatkan tirai yang telah diberi air. Tirai basah memiliki fungsi yang sama dengan kain basah.

4. Hindari aktivitas yang menambah asap

Tanpa disadari, orang melakukan aktivitas yang bisa menambah volume asap di rumah. Sebaiknya hindari aktivitas menggoreng, membakar sampah juga merokok saat di rumah. Rumah bisa saja aman dari paparan asap karhutla, tetapi menjadi tidak aman saat ada aktivitas yang justru menimbulkan asap.

5. Letakkan tanaman

Untuk menambahkan jumlah O2 dan menyerap CO2, letakkan tanaman pada pot di dalam ruangan. Tanaman yang sebaiknya digunakan ialah lidah mertua, lili paris, sirih gading, dan suplir.

6. Manfaatkan aquarium

Meletakkan aquarium berisi air, diberi ganggang, dipasangi lampu LED dan diletakkan di dalam ruangan dapat membantu menjaga kelembaban udara sekaligus mengurangi CO2.


7. Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat

Dalam kondisi terpapar asap dan lingkungan yang kurang sehat, lindungi diri dengan penerapan PHBS atau Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. PHBS antara lain membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun, menutup tempat penampungan air agar tidak terpapar asap, mencuci buah dan sayur sebelum dikonsumsi dan menyediakan obat-obatan esensial di rumah.

Obat-obatan ini termasuk masker saat terpaksa harus keluar rumah serta tabung oksigen bila ada anggota keluarga yang memiliki gangguan pernapasan.

[Gambas:Video CNN] (els/ayk)