7 Kebiasaan yang Dapat Membahayakan Otak

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 17/09/2019 13:09 WIB
7 Kebiasaan yang Dapat Membahayakan Otak Ilustrasi. Kurang tidur dan stres menjadi beberapa kebiasaan yang dapat membahayakan otak. (DieterRobbins/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kesehatan otak dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah sederet kebiasaan yang diketahui dapat membahayakan otak.

Otak adalah organ tubuh paling kompleks. Ia memainkan peran kunci untuk hampir semua fungsi tubuh. Sayang, banyak orang lupa untuk memerhatikan kesehatan otak.

Gaya hidup diketahui dapat memengaruhi kesehatan otak. Apa yang Anda lakukan setiap hari diam-diam memberikan perubahan pada otak. Mulai dari apa yang Anda konsumsi hingga cara Anda bersosialisasi.


Berikut mengutip berbagai sumber, beberapa kebiasaan yang dapat merusak otak.
1. Menutup kepala saat tidur
Menutup kepala dengan selimut saat tidur dapat membahayakan otak. Mengutip Medical Daily, kebiasaan itu dapat mengurangi asupan oksigen ke otak.

Kurangnya asupan oksigen pada otak diketahui dapat meningkatkan risiko demensia dan Alzheimer.

2. Latihan mental dan fisik yang buruk
Kondisi mental yang buruk dapat memengaruhi kesehatan otak. Anda disarankan untuk melakukan beberapa kegiatan yang efektif merangsang otak seperti membaca dan bersosialisasi.

Tak cuma kondisi mental, kesehatan otak juga dipengaruhi oleh kebugaran fisik. Kurangnya olahraga dapat mengurangi kemampuan daya ingat yang berujung pada meningkatnya risiko demensia.

3. Kurang tidur
Kurangnya waktu tidur dapat membahayakan otak dan meningkatkan risiko gangguan neurologis.

Selama tidur, tubuh bekerja untuk mengeluarkan racun dari otak. Kurang tidur dapat menunda berjalannya proses tersebut.

Ilustrasi. Membaca buku menjadi salah satu kebiasaan yang dapat melatih mental demi kesehatan otak. (Picjumbo)
4. Kurang minum
Kurang minum menjadi salah satu kebiasaan yang dapat membahayakan otak. Tak cuma memengaruhi kinerja fisik, kekurangan cairan dalam tubuh juga berpengaruh pada kesehatan otak.

Dehidrasi dapat menyebabkan migrain, perubahan suasana hati, perasaan mudah marah, cemas, dan gelisah.

5. Stres
Stres memicu produksi hormon steroid yang disebut kortisol. Kelebihan kortisol dalam tubuh dikaitkan dengan ketidakseimbangan hormon, peningkatan risiko kanker, pertambahan berat badan, penyakit jantung, dan diabetes.

Stres juga dapat memengaruhi kelenjar adrenal yang membuat Anda kehilangan ingatan dan merasa cemas.

6. Terlalu banyak konsumsi garam
Garam diketahui dapat memengaruhi kesehatan otak. Studi yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Neurology menemukan garam sebagai salah satu faktor penyebab darah tinggi.

Mengutip situs kesehatan otak NeuroNation, meningkatnya risiko tekanan darah tinggi secara tidak langsung dapat menyebabkan penurunan fungsi kognitif seseorang. Selain itu, tekanan darah tinggi juga dapat meningkatkan risiko stroke.

Risiko stroke yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan otak yang cukup parah.

7. Kebisingan
Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti di John Hopkins University menemukan bahwa orang yang terpapar kebisingan memiliki risiko penurunan fungsi kognitif sebanyak 30-40 persen.

Terpapar kebisingan yang konstan menjadi salah satu kebiasaan yang dapat membahayakan otak.

[Gambas:Video CNN] (asr/asr)