Cara 'Obati' Radang Mata Akibat Kabut Asap Karhutla

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 22/09/2019 17:12 WIB
Cara 'Obati' Radang Mata Akibat Kabut Asap Karhutla Ilustrasi. Kabut asap akibat karhutla dapat menyebabkan peradangan pada mata. (Istockphoto/ia_64)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) yang terjadi di beberapa titik di wilayah Sumatera dan Kalimantan kini juga berdampak ke beberapa titik di negeri seberang, seperti Malaysia dan Thailand.

Kementerian Kesehatan Malaysia menyatakan jumlah warga yang mengalami infeksi mata akibat terpapar kabut asap dari wilayah setempat dan juga dari Indonesia meningkat 20 sampai 30 persen. Sudah tentu, kejadian ini juga dialami oleh masyarakat Indonesia yang tempat tinggalnya berada dekat dengan titik karhutla. Bahkan, risiko terkena radang mata menjadi lebih parah.

Mengutip National Eye Institute, infeksi mata atau dikenal dengan istilah uveitis adalah radang mata yang menyebabkan pembengkakan dan menghancurkan jaringan mata. Penyakit ini bisa mempengaruhi uvea, lensa, retina, saraf optik, dan cairan vitreus yang bisa sebabkan kebutaan.



Radang mata bisa terjadi pada semua umur. Namun bayi dan anak-anak lebih rentan untuk terkena radang mata.

"Lapisan permukaan mata bayi dan anak-anak lebih rentan mengalami iritasi. Juga termasuk mereka yang memiliki mata kering," kata Spesialis Mata, dr. Novia Rahayu saat dihubungi CNNIndonesia.com (20/9).

Menurutnya, kabut asap memiliki mikropartikel yang berasal dari hasil pembakaran lingkungan yang dapat menempel di seluruh tubuh, termasuk mata.

"Biasanya gejala yang timbul seperti mata merah, gatal, dan berair," kata Novia.

Radang atau infeksi mata yang dibiarkan dapat berujung kronis, menyebabkan mata berisiko alami gangguan penglihatan hingga kebutaan.

Jadi, jika sudah mulai merasakan atau terlihat beberapa gejala, saran Novita, Anda bisa mengatasinya dengan menggunakan obat tetes mata sebagai langkah awal.

Setelah gunakan obat tetes, Anda bisa mengompresnya dengan air dingin. "Jika masih tidak membaik, segeralah periksa ke dokter mata," tambahnya.

Ia menambahkan, "gunakan obat tetes mata sebagai pengganti air mata yang bisa digunakan dalam jangka waktu lama. Karena sejumlah ada obat tetes mata yang dikhususkan untuk iritasi yang tak boleh digunakan setiap hari," jelasnya.


Ia juga menyarankan untuk segera berlindung, khususnya bagi bayi, balita, anak-anak dan lansia ke tempat yang berisiko rendah terpapar kabut asap. Bila harus ke luar rumah, menggunakan kacamata dengan ukuran besar juga dapat mengurangi masuknya abu dan asap ke mata.

Untuk menjaga kesehatan mata dari dalam, rutin konsumsi buah dan sayur adalah cara terbaik untuk menjaga kesehatan mata. Ia juga merekomendasikan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung omega 3 dan protein yang membantu perbaikan jaringan pada lapisan mata yang rusak. (dir/ayk)