Hari Obesitas Sedunia

10 Penyakit Berbahaya yang Intai Orang Obesitas

CNN Indonesia | Jumat, 11/10/2019 14:24 WIB
10 Penyakit Berbahaya yang Intai Orang Obesitas Obesitas memang bukan penyakit. Namun, kondisi kelebihan berat badan ini merupakan pintu masuk berbagai penyakit.(Istockphoto/MediaProduction)
Jakarta, CNN Indonesia -- Obesitas memang bukan penyakit. Namun, kondisi kelebihan berat badan ini merupakan pintu masuk berbagai penyakit. Obesitas dan diet yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular.

Obesitas merupakan kondisi saat seseorang memiliki penumpukan lemak yang berlebihan. Obesitas ditandai dengan kondisi fisik gemuk yang berlebih, lingkar pinggang, serta indeks massa tubuh (BMI) di atas 30.

Kelebihan berat badan ini memiliki sejumlah komplikasi kesehatan yang serius. Obesitas menyebabkan ketegangan pada tulang dan organ. Kondisi ini juga menimbulkan perubahan hormon dan metabolisme tubuh sehingga meningkatkan peradangan.


Berikut 10 penyakit yang mengintai orang dengan obesitas, dikutip dari situs kesehatan Health Line.



1. Diabetes tipe 2
Obesitas meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Diabetes terjadi saat gula darah meningkat. Biasanya, dipicu oleh diet yang tidak sehat seperti banyak gula, garam, dan lemak.

Studi menunjukkan jika orang dengan obesitas menurunkan berat badan 5-7 persen dari berat badan dan berolahraga secara teratur, maka dapat mencegah diabetes tipe 2.

2. Penyakit jantung
Penyakit jantung lebih banyak terjadi pada orang dengan obesitas. Pasalnya, timbunan lemak menumpuk di arteri yang memasok darah ke jantung.

Arteri yang menyempit akibat timbunan lemak dan darah yang menggumpal meningkatkan tekanan darah, kolesterol, dan gula darah. Semua keadaan itu meningkatkan risiko penyakit jantung.

3. Stroke
Stroke terjadi ketika suplai darah ke otak terputus. Stroke menyebabkan kerusakan pada otak sehingga dapat menimbulkan kecacatan seperti gangguan bicara, otot melemah, dan kemampuan berpikir.

Studi menunjukkan  obesitas meningkatkan risiko stroke hingga 64 persen.

4. Gangguan tidur
Obesitas juga meningkat gangguan tidur sleep apnea, yaitu berhenti bernapas saat tidur. Hal ini terjadi karena orang dengan obesitas memiliki banyak lemak di leher sehingga mengganggu jalannya pernapasan saat tidur dan lebih rentan mendengkur.


5. Tekanan darah tinggi
Jaringan lemak yang lebih banyak membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah dan meningkatkan jumlah darah yang bersirkulasi.

Peningkatan jumlah darah yang bersirkulasi itu memberi tekanan ekstra pada dinding arteri. Tekanan ini dikenal tekanan darah tinggi atau hipertensi. Jika dibiarkan, tekanan darah tinggi ini dapat merusak jantung dan arteri.

6. Penyakit liver
Orang dengan obesitas lebih berisiko terkena penyakit liver atau dikenal juga dengan penyakit hati berlemak. Penyakit ini terjadi ketika lemak menumpuk di jati dan menyebabkan tumbuhnya jaringan parut.

Penyakit ini sering kali tak menimbulkan gejala, tapi berujung pada kegagalan hati atau liver. Penyakit ini dapat dicegah dengan menurunkan berat badan, diet yang sehat, olahraga, dan tidak mengonsumsi alkohol.

7. Gallbladder
Penyakit gallbladder atau batu empedu adalah penyakit yang menyerang kantong empedu, organ yang berfungsi untuk mencerna lemak.

Orang dengan obesitas lebih berisiko terkena penyakit ini lantaran lemak kerap menumpuk dan kolesterol berkembang menjadi batu empedu.

Melangsingkan tubuh dengan diet yang tinggi serat dapat mencegah penyakit batu empedu.

8. Kanker
Obesitas dapat meningkatkan risiko kanker tertentu termasuk kanker payudara, usus besar, kantong empedu, pankreas, ginjal, prostat, leher rahim, dan ovarium.

Studi pada 2012 menunjukkan 28 ribu kasus kanker pada pria dan 72 ribu pada wanita di AS berkaitan dengan obesitas.


9. Komplikasi kehamilan
Perempuan yang hamil dengan kelebihan berat badan lebih dapat mengalami resistansi insulin, gula darah tinggi, dan tekanan darah tinggi.

Kondisi ini dapat meningkatkan komplikasi selama kehamilan seperti diabetes gestational, preeklampsia, operasi sesar gumpalan darah besar, bayi lahir prematur, keguguran, dan bahkan bayi lahir mati.

10. Depresi
Penelitian menunjukkan korelasi kuat antara obesitas dengan gangguan depresi. Orang dengan obesitas kerap merasa kurang percaya diri sehingga berkontribusi besar terhadap stres dan depresi.

Perlu diketahui, bukan berarti orang dengan obesitas akan mengalami penyakit-penyakit ini. Namun, orang yang kelebihan berat badan lebih berisiko mengalami satu atau lebih penyakit-penyakit tersebut dibandingkan orang yang lebih langsing. (chs)