Hari Obesitas Sedunia

Mulai 2020, Hari Obesitas Dunia Dirayakan 4 Maret

tim, CNN Indonesia | Jumat, 11/10/2019 10:39 WIB
Mulai 2020, Hari Obesitas Dunia Dirayakan 4 Maret Tiap tahunnya, tanggal 11 Oktober dirayakan sebagai hari obesitas sedunia. Mulai tahun 2020, Hari Obesitas Dunia bakal diganti. (Istockphoto/Fertnig)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tiap tahunnya, tanggal 11 Oktober dirayakan sebagai hari obesitas sedunia. Perayaan untuk peningkatan kesadaran orang untuk meningkatkan dan mendukung orang untuk mendapatkan bobot tubuh yang sehat dan mengurangi krisis obesitas.

Perayaan ini mulai diselenggarakan oleh World Obesity Federation sejak 2015 lalu.

Hanya saja, tahun 2019 ini adalah tahun terakhir Hari Obesitas Sedunia pada 11 Oktober. Mulai 2020, Hari Obesitas Sedunia akan dirayakan pada 4 Oktober.


Mengutip laman World Obesity Day, hal ini disebabkan karena keberhasilan kampanye obesitas baik dalam bentuk kampanye harian atau kampanye mingguan di seluruh dunia. Misalnya Hari Obesitas India, Hari Obesitas Eropa, Hari Obesitas AS, dan Hari Obesitas Dunia. Untuk menyeragamkan dan menyatukan kekuatan untuk mengurangi krisis obesitas.


"Kampanye masing-masing negara ini sukses mencapai lebih dai 1 miliar orang. Namun dengan bekerjasama di hari yang sama, kekuatan dan jangkauan kegiatan ini bisa berlipat ganda," tulis laman tersebut.

"Ambisi kami meluncurkan Hari Obesitas Dunia yang baru pada 4 Maret 2020, untuk menyerukan respons global terhadap tantangan kritis ini. "

Siapa saja yang termasuk obesitas? Mengutip WHO, kegemukan dan obesitas didefinisikan sebagai akumulasi lemak abnormal atau berlebihan yang menghadirkan risiko bagi kesehatan.

Perhitungan kasar untuk mengukur obesitas adalah indeks massa tubuh (BMI). Perhitungan BMI adalah dengan menghitung berat badan seseorang (kg) dibagi dengan kuadrat tinggi badan (m).

Orang yang BMI di atas dan sama dengan 30 dianggap obesitas. Seseorang dengan BMI sama dengan 25 dianggap kelebihan berat badan.


Kegemukan dan obesitas adalah faktor risiko utama untuk sejumlah penyakit kronis, termasuk diabates, penyakit kardiovaskular, dan kanker.

Masalah ini dianggap sebagai masalah yang terjadi di negara-negara berpenghasilan tinggi. Padahal saat ini kelebihan berat badan dan obesitas secara meningkat drastis di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, terutama di perkotaan. (chs)