Polusi Udara Sebabkan Rambut Rontok dan Picu Kebotakan

CNN Indonesia | Jumat, 11/10/2019 20:07 WIB
Polusi Udara Sebabkan Rambut Rontok dan Picu Kebotakan Ilustrasi. Paparan polusi udara juga berpengaruh terhadap kekuatan akar rambut. (Foto: Istockphoto/puhhha)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bukan hanya merusak paru-paru, polusi udara ternyata juga berdampak langsung pada kesehatan rambut. Studi terbaru menemukan, polusi udara menyebabkan rambut rontok dan kebotakan.

Penelitian dari perusahaan kosmetik Korea Selatan menguji efek debu dan partikel bahan bakar kendaraan bermotor di udara pada sel kulit kepala manusia. Ini merupakan studi pertama yang melihat hubungan antara polusi udara dan kerontokan rambut.

"Penelitian kami melihat apa yang terjadi ketika sel-sel yang ditemukan di pangkal folikel rambut terpapar polusi udara," kata peneliti Hyuk Chul Kwok di 28th European Academy of Dermatology and Venereology Congress, Madrid, Spanyol, dikutip dari The Independent.



Hasilnya, peneliti mendapati paparan polutan itu mengurangi empat protein yang meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan rambut.

Empat protein itu adalah beta-catenin, cyclin D1, cyclin E, dan CDK2. Protein beta-catenin terlibat dalam pertumbuhan rambut dan proses pembentukan dan pengaturan folikel.

"Ketika sel-sel pada kulit kepala manusia terpapar polusi udara dari pembakaran bahan bakar fosil, protein dalam sel untuk pertumbuhan rambut dan retensi rambut berkurang secara signifikan," kata Kwok.

Semakin banyak terpapar polusi udara, semakin besar pula efek terhadap kerontokan dan kebotakan rambut. Peneliti lalu menyimpulkan orang di kota-kota besar yang dekat dengan polusi udara lebih berisiko mengalami kebotakan dini.

Kendati demikian, peneliti menyebut studi lebih lanjut dibutuhkan untuk mengonfirmasi efek polusi udara pada rambut di luar pengujian laboratorium."Penelitian ini dilakukan di laboratorium dan penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk memahami seberapa cepat ini mempengaruhi orang yang secara teratur terpapar polutan dalam kehidupan sehari-hari mereka."


Selain kebotakan, polusi udara terbukti meningkatkan risiko kanker, penyakit jantung, dan paru-paru. Diperkirakan juga 4,2 juta bayi lahir prematur karena polusi udara. Polusi udara juga dikaitkan dengan depresi dan kesuburan yang rendah.

Untuk menghindari kerontokan, kebotakan, dan berbagai risiko kesehatan lainnya akibat paparan polusi udara, hindari berada di luar ruangan yang memiliki polusi udara. Gunakan masker dan penutup kepala untuk mengurangi efek polusi udara jika harus berada di ruang terbuka. (ptj/ayk)