Kerusuhan Papua Berdampak Penurunan Wisatawan di Raja Ampat

CNN Indonesia | Rabu, 23/10/2019 10:01 WIB
Kerusuhan Papua Berdampak Penurunan Wisatawan di Raja Ampat Pemandangan kawasan pesisir di Raja Ampat, Papua Barat. (AFP PHOTO / GOH CHAI HIN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat Yusdi Lamatenggo mengaku adanya penurunan jumlah wisatawan mancanegara ke Raja Ampat, khususnya di acara Festival Bahari Raja Ampat 2019 yang saat ini sedang berlangsung.

Ia memperkirakan ada 1.000 wisatawan mancanegara yang tidak jadi datang ke Raja Ampat akibat kerusuhan yang terjadi di Papua beberapa waktu silam.

"Wisatawan dari China, Taiwan dan Hong Kong tidak jadi ke sini (Raja Ampat) karena ada pemberitaan kerusuhan," kata Yusdi Lamatenggo saat ditemui wartawan di Waisai Torang Cinta (WTC), Raja Ampat, Selasa (22/10).



Padahal pemerintah daerah Raja Ampat sudah mengeluarkan pernyataan bahwa wilayahnya aman dan tidak ada dampak dari kerusuhan.

Yusdi mengatakan hal itu tidak didukung oleh pemerintah pusat yang malah mengeluarkan pernyataan wisatawan luar negeri ke Papua dibatasi.

"Negara malah mengeluarkan pernyataan itu (mengurangi wisatawan luar negeri) padahal tidak ada apa-apa. Wisata di sini tetap aman," kata Yusdi.

Pernyataan Yusdi juga didukung oleh Wakil Bupati Raja Ampat Manuel P Urbinas. Bahkan dia juga meminta langsung kepada Menteri Pariwisata Arif Yahya (yang masih menjabat saat itu) untuk mendukung pernyataan bahwa Raja Ampat aman.


"Kita (Pemerintah Kabupaten Raja Ampat) sudah minta kepada kepada Bapak Menteri untuk negara menjamin keamanan yang di Raja Ampat. Bahkan kami juga sudah mengirim surat, tapi apa daya," kata Manuel.

Festival Bahari Raja Ampat berlangsung dari tanggal 18-22 Oktober 2019.

Acara ini pun masuk top 100 Calender of Event Kementerian Pariwisata yang sudah diselenggarakan kali ketujuh dan rutin diadakan setiap tahunnya.

(auz/ard)