Mencontoh Las Vegas, Wishnutama Ingin Datangkan Turis Premium

CNN Indonesia | Sabtu, 26/10/2019 15:27 WIB
Mencontoh Las Vegas, Wishnutama Ingin Datangkan Turis Premium Ilustrasi. Turis mancanegara di Ubud, Bali. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan sesungguhnya devisa negara dari wisata mancanegara (wisman) bisa meningkat meskipun jumlah kedatangan wisman hanya 10 juta.

Hal itu bisa saja terjadi, dengan catatan wisman yang datang kategori premium yang artinya memiliki pengeluaran lebih besar, bisa lima atau 10 kali lipat dari wisman biasa.

Ide tentang ini disebut Wishnutama telah disampaikan ke Presiden Joko Widodo yang menargetkan 18 juta wisatawan pada 2019.



"Kalau target wisatawan 10 juta, tapi semuanya premium ya sebenarnya juga devisa yang akan masuk jauh lebih banyak. Karena wisatawan yang premium mungkin bisa keluarkan uang 5-10 kali. Dari harga hotel saja mereka sudah lebih mahal," kata Wishnutama kepada awak media di Gedung PUPR, Jakarta Selatan, Sabtu (26/10).

Wishnutama menyebut kementeriannya akan menyiapkan tempat-tempat wisata premium. Ia mengatakan strategi pemasaran itu penting agar bisa meningkatkan wisman.

Ia kemudian membayangkan tempat wisata seperti di Las Vegas, yang dikatakannya memiliki jumlah wisman yang banyak dengan jumlah pengeluaran yang besar.

"Bayangkan kalau kita lihat turis ke Las Vegas, sudah jumlahnya 40 juta setahun, lalu premium semua, pengeluarannya tinggi semua," katanya.


Selama ini perkembangan destinasi wisata premium di Indonesia baru terlihat di kawasan Nusa Dua, Bali. Namun bencana alam dan aksi terorisme bisa langsung membuat lumpuh kawasan tersebut. 

Pembangunan destinasi wisata premium di kawasan selain Bali tentu saja menjadi pekerjaan rumah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di bawah kepemimpinan mantan bos media ini.

Pesimis target wisman

Lebih lanjut, Wishnutama merasa pesimis bisa memenuhi target wisman dengan jumlah 18 juta hingga akhir 2019. Pasalnya 2019 tinggal menyisakan waktu tiga bulan.

"Dalam tiga hari saya masih belajar ini semua dan bagaimana meningkatkan itu dalam kurang dari sebulan. Tidak bisa dua bulan kalau berbicara peningkatan," ujarnya.

Di hari yang sama, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menginisiasi rapat koordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk membahas pengembangan lima destinasi wisata super prioritas pesanan Presiden Joko Widodo.

Kelima destinasi super prioritas tersebut adalah Danau Toba (Sumatera Utara), Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (Nusa Tenggara Timur), dan Likupang (Sulawesi Utara).

Pengembangan ini diharapkan bisa terwujud pada tahun 2020.

"Pencapaian visi dari presiden mewujudkan lima destinasi wisata kita harapkan di tahun 2020 akan selesai," kata Wishnutama.

Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan juga mengingatkan Menteri BUMN Erick Thohir agar bisa mengajak perusahaan BUMN dan swasta agar turut berinvestasi di lima destinasi wisata.

"Tidak mungkin kita mengandalkan dana APBN saja. Apalagi dengan kompetensi dan tugas tugas baru Kementerian BUMN untuk juga menjangkau dan kolaborasi swasta untuk turut serta berinvestasi," ujar Budi.


[Gambas:Video CNN]

(jnp/fea)