Jakarta Fashion Week

Metamorfosis Baju Kurung di Tangan Eri Dani

Tim, CNN Indonesia | Senin, 28/10/2019 15:35 WIB
Metamorfosis Baju Kurung di Tangan Eri Dani Ilustrasi. Koleksi teranyar desainer Eri Dani yang terinspirasi baju kurung dipamerkan di panggung Jakarta Fashion Week (JFW) 2020 di Senayan City, Jakarta, Minggu (27/10). (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Baju kurung bermetamorfosis menjadi busana yang memiliki banyak lipatan dan lekukan di tangan desainer Eri Dani.

Eri mengambil nilai yang terkandung dalam baju khas Melayu itu untuk koleksi terbarunya, Spring/Summer 2020. Koleksi ini untuk pertama kali ditampilkan di muka publik di panggung Jakarta Fashion Week 2020 (JFW), Minggu (27/10) malam.

Bagi Eri, baju kurung tak sekadar pakaian yang menutupi tubuh perempuan. Lebih jauh dari itu, baju kurung merefleksikan proteksi terhadap kecantikan.

Berdasarkan filosofi baju kurung itu, Eri meracik koleksi ini dengan banyak bermain pada siluet. Sebanyak 12 looks dipamerkan di atas catwalk, salah satunya diperagakan oleh muse penyanyi Nindy.

Sebagian besar atasan menampilkan gaya modern dengan kain yang diikat, dililit, atau dilipat, mirip dengan teknik baju khas Jepang.

Meski terlihat lebih eksentrik, namun teknik ini juga terbilang rawan. Dengan cara ini, beberapa koleksi terlihat kaku dan justru membuat model tampak terkekang.

Ilustrasi. Teknik yang digunakan Eri Dani untuk menampilkan versi modern dari baju kurung pada ajang Jakarta Fashion Week (JFW) 2020 membuat beberapa koleksi terlihat kaku. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Eri memadukan atasan dengan bawahan berupa rok lurus, rok lilit, dan celana harem. Beberapa tampilan juga dilengkapi dengan luaran seperti mantel.

Eri menggunakan perpaduan warna monokrom seperti hitam, cokelat, dan biru muda. Corak lurik juga terlihat dalam koleksi ini. Ada pula kain bermotif bunga yang mendapat sentuhan emas.

Paduan yang monokrom tampak simpel dan elegan. Namun, mantel emas dan atasan biru muda tampak kurang serasi saat dipadukan.

Koleksi Eri juga dilengkapi dengan perhiasan bertema Kembang Puan dari Jumpa Nona dan sepatu dari Linea.

Malam itu, Eri juga berbagi panggung dengan sesama desainer dan label besutan Indonesia Fashion Forward (IFF) yang di antaranya Major Minor dan Sean & Sheila.

Major Minor yang digawangi desainer Ari Seputra menampilkan lanjutan dari koleksi Layang-Layang yang sempat dipamerkan beberapa hari sebelumnya di JFW.

Pada koleksi ini, layang-layang tampak lebih nyata. Sejumlah ornamen layang-layang berwarna kuning lengkap dengan juntaian. ekor tertempel pada bagian depan busana. Perhiasan seperti anting dan kalung juga identik dengan layang-layang.

Kali ini, warna hijau tampak mendominasi gaun malam. Kain dengan berbagai corak juga terlihat di koleksi ini.

Sementara Sean & Sheila kembali memamerkan koleksi Overconsume. Koleksi yang mengusung konsep 'suistanability fashion' ini juga sempat dipamerkan pada beberapa hari sebelumnya berkolaborasi dengan Byo.


[Gambas:Video CNN] (ptj/asr)